TIMIKA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, jajaran Polres Mimika meningkatkan kegiatan patroli serta memperkuat sinergi bersama TNI dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, peningkatan kegiatan patroli menjadi bagian dari upaya rutin kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk menjelang momentum 17 Agustus.
“Ya, tetap kita melaksanakan. Sekarang kita kan habis Sikat Noken, itu akan terus kita lanjutkan. Dalam patroli rutin itu yang ditingkatkan terus. Jangan karena operasi 3C ini berhenti terus kita melemah, tidak. Terus kita lakukan itu,” ujar AKBP Alredo.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi sepanjang waktu untuk memastikan situasi keamanan di wilayah Mimika tetap terjaga.
“Itu menjadi suatu giat rutin yang ditingkatkan terus, dan untuk menjaga 17 Agustus ini supaya kondusif, ya pastinya saya melibatkan semua unsur,” katanya.
AKBP Alredo menambahkan, koordinasi bersama unsur TNI juga telah dilakukan. Ia menyebut komunikasi bersama Komandan Kodim (Dandim) serta Komandan Batalyon (Danyon) menjadi bagian dari langkah bersama dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Tadi saya sama Dandim,sama Danyon, kita sudah saling ngobrol, nanti kita akan kolaborasi semua. TNI-Polri untuk mengamankan situasional yang ada di Timika,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya berfokus pada momentum 17 Agustus, tetapi dilakukan secara berkelanjutan.
“Sehingga menjelang 17-an dan bukan cuma 17,-an,tapi sepanjang waktu, ya. Itu harus kita tetap jaga,” tegasnya.
Selain memperkuat patroli dan sinergi TNI-Polri, Polres Mimika juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda untuk mengantisipasi dampak dari perkembangan situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua.
AKBP Alredo mengatakan, dalam pertemuan bersama Forkopimda, pihaknya telah membahas langkah-langkah kolaboratif guna mencegah terjadinya ekses keamanan yang dapat merembet ke wilayah lain.
“Tadi sudah kita bicara, kebetulan kita bertemu seluruh unsur Forkopimda. Kita sudah bicarakan itu juga untuk kita berkolaborasi mengantisipasi. Memang itu yang kita sudah sedang bahas tadi, jangan sampai ada ekses setelah ada kejadian di mana-mana,” jelasnya.
Ia juga menyinggung perkembangan situasi keamanan di kawasan Lembah Baliem yang disebut menunjukkan adanya eksistensi kelompok Kodap III Ndugama/Derakma. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu diantisipasi agar tidak memicu kelompok lain melakukan aksi serupa.
“Di Lembah Baliem sudah menunjukkan suatu eksistensi dari kelompok kriminal bersenjata. Nah, ini jangan sampai ini juga akan me-trigger kelompok-kelompok lain untuk melakukan aksi yang sama. Oleh karena itu kita juga pasang kuda-kuda yang kuat juga,” pungkasnya. (IT)







