TIMIKA — Ribuan pelajar di Kabupaten Mimika tumpah ruah di jalanan Kota Timika, Selasa (11/8/2026), dalam Karnaval Budaya Tingkat Pelajar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Gedung Eme Neme Yauware tersebut diikuti peserta dari 130 satuan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.
Karnaval dibuka langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob. Sejak awal kegiatan, suasana tampak semarak dengan beragam penampilan pelajar yang mengenakan pakaian adat, busana kreasi, serta menampilkan berbagai corak budaya.
Kehadiran ribuan pelajar tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menampilkan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya yang hidup di Kabupaten Mimika.
Antusiasme peserta mendapat apresiasi dari Bupati Johannes Rettob. Ia mengaku bangga melihat keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan dalam kegiatan tersebut.
“Luar biasa. PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Ternyata ada 130 peserta yang ikut hari ini. Kita berikan tepuk tangan untuk anak-anak kita,” ujar Johannes.
Menurutnya, tingginya partisipasi pelajar menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat dibangun sejak usia dini melalui kegiatan yang melibatkan kreativitas, kebersamaan dan keberagaman budaya.
Ia berharap Karnaval Budaya Tingkat Pelajar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah dan bangsa.
Ribuan peserta kemudian bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan. Karnaval dimulai dari depan Gedung Eme Neme Yauware, kemudian melintasi Jalan Budi Utomo, Jalan Cenderawasih, Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis, sebelum kembali ke Gedung Eme Neme Yauware.
Di tengah kemeriahan tersebut, Johannes juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan peserta. Ia meminta seluruh guru dan pendamping memastikan anak-anak tetap berada dalam pengawasan selama mengikuti karnaval, terutama peserta PAUD dan TK.
“Bapak dan ibu guru tolong perhatikan anak-anak dengan baik. Kita jalan di jalan raya, ada kendaraan dan segala macam. Ikuti semua aturan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Johannes menilai kreativitas yang ditampilkan para pelajar dalam karnaval tahun ini menjadi modal penting untuk membuat kegiatan serupa semakin semarak pada tahun-tahun mendatang.
Ia berharap jumlah peserta dan variasi penampilan dapat terus ditingkatkan sehingga Karnaval Budaya menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI di Mimika.
“Tahun depan harap lebih banyak lagi. Anak-anak ini semua dengan gaya dan pakaian yang luar biasa. Kita semua memberikan semangat kepada anak-anak yang mengikuti karnaval ini,” pungkasnya. (Cr2)







