NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui peluncuran program Bangkit Papua Tengah, sebuah inisiatif yang difokuskan pada percepatan penanganan sekitar 1.000 balita yang mengalami risiko stunting dan masalah gizi.
Program yang akan diluncurkan oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun generasi Papua Tengah yang sehat, kuat, dan berkualitas sejak usia dini.
Melalui program ini, pemerintah akan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak dengan melibatkan tenaga kesehatan, puskesmas, rumah sakit, kader posyandu, serta pemerintah kabupaten dan distrik. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi kepada orang tua, hingga pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi anak. Menurutnya, investasi pada kesehatan balita merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi Papua Tengah yang cerdas, sehat, dan mampu bersaing di masa depan.
Program Bangkit Papua Tengah juga diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar angka stunting di Papua Tengah dapat ditekan secara signifikan.
Selain fokus pada penanganan balita, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor kesehatan melalui peningkatan pelayanan dasar, pemerataan akses layanan kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan sebagai bagian dari agenda pembangunan Papua Tengah.
Dengan hadirnya program ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, dan berkembang secara optimal sehingga mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas bagi daerah maupun bangsa.







