TIMIKA – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar Lomba Bertutur Cerita Rakyat Tahun 2026 di Hotel Grand Tembaga Timika, Senin (20/7/2026) kemarin. Sebanyak 28 siswa Sekolah Dasar dari berbagai sekolah di Kabupaten Mimika ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pembudayaan Gemar Membaca tingkat daerah sekaligus menjadi salah satu agenda dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Agustus mendatang.
Selain menjadi wadah berkompetisi, kegiatan ini juga memiliki nilai edukasi dalam membangun karakter generasi muda melalui pengenalan cerita rakyat sebagai bagian dari kekayaan budaya. Beragam cerita yang dibawakan peserta mengandung pesan moral dan nilai kehidupan yang penting untuk terus dijaga keberlangsungannya.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Firon Balinol Mom, menjelaslkan lomba bertutur adalah agenda rutin yang setiap tahun digelar sebagai salah satu strategi memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak melalui cerita rakyat.
“Cerita rakyat harus dipelajari anak-anak kita. Dari situlah mereka belajar budaya dan membangun kemampuan mereka, membangun karakter generasi muda melalui pengenalan cerita rakyat,” kata Firon.
Ke depan, lanjutnya, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika juga berencana memperluas cakupan lomba dengan melibatkan pelajar jenjang SMP dan SMA, seiring berkembangnya program literasi daerah.
Menurutnya, pengenalan budaya melalui kegiatan literasi menjadi langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memahami dan mencintai identitas budayanya sendiri sejak dini.
Ia berharap kegiatan ini terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi muda yang memiliki budaya literasi yang kuat, mencintai kearifan lokal, serta tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
“Kalau sudah berkembang, tentu kami ingin melibatkan SMP dan SMA agar semakin banyak generasi muda mengenal budaya daerahnya. Harapan kami, para pemenang lomba ini nantinya dapat membawa nama Kabupaten Mimika hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkasnya.
Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas perwakilan Perpustakaan Nasional bersama dua juri lokal. Melalui penampilan anak-anak dalam lomba mereka didorong untuk mengembangkan kreativitas, keberanian berbicara di depan umum, serta membangun rasa percaya diri. (Cr2)







