TIMIKA – Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., menegaskan komitmennya untuk memperkuat keamanan di Kabupaten Mimika menyusul sering adanya kasus kriminal, khususnya aksi begal. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan peran personel Brimob dalam mendukung pengamanan di wilayah hukum Polres Mimika.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (20/7/2026), Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki rencana besar untuk meningkatkan situasi keamanan. Menurutnya, berbagai imbauan kepada masyarakat selama ini telah berulang kali disampaikan, sehingga kini diperlukan langkah yang lebih konkret di lapangan.
“Saya sudah punya rencana besar. Saya akan menggelar pasukan saya dan memberdayakan Brimob semaksimal mungkin untuk menjadi power on hand saya dalam mengamankan wilayah Timika,” ujar AKBP Alredo.
Ia menjelaskan, penguatan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi antara Polres Mimika dan Satbrimob dengan menempatkan personel di kawasan-kawasan yang dinilai rawan tindak kriminal. Penentuan lokasi akan didasarkan pada tingkat kerawanan dan frekuensi kejadian kejahatan.
“Kita akan prioritaskan daerah yang paling sering terjadi tindak kriminal. Penempatannya masih dalam tahap perencanaan, tetapi tujuan utamanya adalah memperkuat keamanan masyarakat,” kata AKBP Alredo.
Kapolres AKBP Alredo juga mengakui bahwa jumlah personel Polres Mimika masih terbatas. Karena itu, dukungan dari Brimob dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan penegakan hukum.
“Kekuatan anggota saya terbatas, sehingga saya membutuhkan dukungan Brimob. Saya juga berasal dari Brimob, sehingga saya memahami kemampuan yang mereka miliki dan akan memberdayakannya semaksimal mungkin,” jelasnya.
Terkait jumlah personel Brimob yang akan dilibatkan, AKBP Alredo mengatakan hal tersebut masih akan dibahas bersama jajaran Satbrimob. Menurutnya, Brimob juga memiliki tanggung jawab lain, termasuk pengamanan objek vital nasional serta tugas operasi lainnya.
Selain mengoptimalkan kekuatan internal Polri, Kapolres memastikan koordinasi dengan TNI tetap dilakukan sebagai bagian dari sinergi menjaga keamanan di Kabupaten Mimika.
“TNI adalah mitra strategis kami. Kolaborasi akan terus dilakukan. Namun, saya ingin memaksimalkan terlebih dahulu sumber daya yang ada di internal Polri sebelum meminta tambahan kekuatan dari luar,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Kapolres menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku kejahatan, khususnya pelaku begal, bahwa Polres Mimika tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk tindak kriminal.
“Ini menjadi warning bagi para pelaku kejahatan. Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang melakukan tindak kriminal, terutama para pelaku begal. Kami akan bertindak tegas demi menjaga keamanan masyarakat Kabupaten Mimika,” pungkasnya. (IT)






