NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Negara, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dengan menghadirkan pemateri dari Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM).
Penguatan kapasitas ini mengangkat materi pelayanan kesehatan berdasarkan HAM di daerah, dengan penekanan pada prinsip kesehatan untuk semua tanpa terkecuali.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap manusia, sekaligus memberikan gambaran penerapan prinsip HAM dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di daerah beserta solusi yang dapat dilakukan, serta memperlihatkan implementasi prinsip HAM melalui program nyata “Ko Harus Sehat”, yang merupakan salah satu program unggulan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley.
Pelayanan Kesehatan Terbaik Bentuk Penghormatan HAM
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata dalam melaksanakan sekaligus menghormati HAM.
Menurutnya, setiap tenaga kesehatan memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang bermutu tanpa membedakan latar belakang maupun wilayah tempat tinggal.
“Kalau kita bisa memberikan pelayanan terbaik, itu berarti kita sudah melaksanakan HAM dengan baik,” ujar dr. Agus.
Ia menjelaskan, penerapan HAM dalam sektor kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tetapi juga pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat.
Setiap tingkatan pemerintahan memiliki tugas dan kewenangan masing-masing yang harus dijalankan secara maksimal demi kepentingan masyarakat.
Karena itu, berbagai pelayanan dasar seperti kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pelayanan HIV, malaria hingga penanganan penyakit kusta harus terus diperkuat, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.
“Apapun tupoksi kita, apapun bagian kita dan apapun kewenangan kita, baik provinsi, kabupaten maupun pusat, kalau kita bisa bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan sepenuh hati, kita sudah melaksanakan HAM dengan baik,” katanya.
Dinkes Dorong Kolaborasi dengan Delapan Kabupaten
dr. Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan delapan pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sinergi perlu dibangun bersama kepala dinas kesehatan kabupaten, direktur rumah sakit, kepala puskesmas dan seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan.
“Kami provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Bersama delapan kabupaten, bersama direktur rumah sakit, kepala puskesmas dan kepala dinas kabupaten, kita bersama-sama dengan provinsi mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, berkeadilan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin dekat, mudah dijangkau dan dapat dirasakan seluruh masyarakat Papua Tengah, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan tantangan akses pelayanan kesehatan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi, misi dan program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, khususnya dalam memperkuat sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang berkualitas.
Nakes Diminta Layani Masyarakat dengan Ketulusan
Di akhir penyampaiannya, dr. Agus memberikan apresiasi sekaligus dorongan kepada seluruh tenaga kesehatan yang menjalankan tugas di berbagai wilayah Papua Tengah.
Ia meminta seluruh tenaga kesehatan tetap semangat dan menjalankan tugas dengan penuh ketulusan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Tetap semangat untuk semua nakes medis yang ada di mana pun berada, melayani sepenuh hati. Semoga Tuhan selalu melindungi dan menyertai pelayanan kita setiap harinya,” tuturnya.
Ia berharap semangat pengabdian seluruh tenaga kesehatan terus dijaga sehingga pelayanan kesehatan di Papua Tengah ke depan semakin bermutu, merata, berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan penguatan kapasitas HAM tersebut, Dinas Kesehatan Papua Tengah mendorong agar prinsip penghormatan terhadap hak dasar manusia tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi diwujudkan dalam setiap pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. (MB)







