Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

AMAN Hadir, Sekolah Keagamaan di Papua Siap Perkuat Pelaporan Tindak Kekerasan

Etty Welerbadge-check


					AMAN Hadir, Sekolah Keagamaan di Papua Siap Perkuat Pelaporan Tindak Kekerasan Perbesar

Jayapura (Kemenag) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada bulan Juli lalu resmi membuka akses pelaporan dugaan tindak kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan agama dan keagamaan melalui Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan (AMAN) yang dapat digunakan melalui website aman.kemenag.go.id. Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Papua turut berupaya mendukung penyebaran informasi terkait kanal pelaporan tersebut dengan memanfaatkan media digital saat ini.

Kepala Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Kepulauan Yapen, Miryam Abaa, menyambut baik adanya wadah pelaporan tersebut, walaupun belum pernah digunakan pada sekolah yang ia pimpin. Ia pun berharap dapat mensosialisasikan hal ini kepada para siswa didik dan orang tua murid. Hal ini disampaikan Miryam saat dihubungi, Selasa (11/08/2026)

“Ini hal yang sangat baik, tapi kami belum pernah menggunakannya. Kami berharap mendapatkan sosialisasi dari bidang terkait sehingga dapat kami sosialisasikan lebih lanjut kepada murid dan orang tuanya” terang Miryam.

Sementara itu Hermanus Mean Tupen selaku kepala Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri (SMAKN) Keerom, menyampaikan bahwa sekolah yang ia pimpin memiliki asrama yang cukup rentan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekerasan ataupun perundungan sehingga dengan adanya AMAN ia berharap dapat dimanfaatkan baik oleh guru, siswa, orang tua murid, juga masyarakat luas.

“Media ini sangat membantu di tingkat sekolah, sehingga warga sekolah bisa diberi akses untuk melaporkan tindak kekerasan yang terjadi terutama di lingkungan asrama” jelasnya.

Ia berpendapat bahwa kehadiran AMAN pada lingkungan pendidikan turut memiliki kontribusi pada pelayanan yang terintegrasi dan akuntabel.

“AMAN ini hadir di Satuan Pendidikan juga berkontribusi dalam tata kelola menuju pelayanan yang terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan” demikian pendapat Herman.

Pada kesempatan berbeda, kepala sekolah Nava Dhammasekha Numbay — Taman Kanak-Kanak di lingkup pendidikan keagamaan Buddha, Patmawati, mengungkapkan bahwa AMAN dinilai sangat penting karena sekolahnya menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan.

“Keberadaan website AMAN Kemenag sangat penting, karena di sekolah kami sangat tidak mentolerir segala bentuk kekerasan apapun baik tenaga pendidik, orang tua, ataupun murid” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa Nava Dhammasekha Numbay mengutamakan pendidikan karakter yang didasari oleh cinta kasih dengan harapan dapat menciptakan siswa didik yang tidak hanya memiliki akademik yang mumpuni, tetapi juga beretika dan bermoral baik.

“Sekolah kami menekankan pendidikan karakter yakni etika dan moral yang baik yang berlandaskan cinta kasih. Anak-anak kami bukan hanya cerdas tapi juga berahklak baik” sambungnya.

Sebagai penutup ia menuturkan bahwa website ini harus terus disebarkan informasinya kepada masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah. Ia pun berkomitmen menginformasikan AMAN pada lingkungan sekolahnya. Meskipun selama ini belum pernah ditemukan kasus kekerasan, ia tegas akan memproses aduan secara benar dan mendorong pemanfaatan website AMAN.

“Saran saya website dapat lebih terus disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas khususnya di sekolah. Sejauh ini belum ada Tindakan kekerasan di sekolah kami. Semisal pun ada kami terbuka menjalin komunikasi yang baik antar warga sekolah dan jika enggan melakukan pengaduan langsung ke sekolah, dapat memanfaatkan website ini,” tutup Patmawati

AMAN diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi para penyintas/korban di lingkungan pendidikan keagamaan tetapi juga dapat menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kekerasan yang terjadi dapat langsung dilaporkan dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi

26 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261026 WA0066

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029
Trending di Headline