TIMIKA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, seluruh jemaat diajak untuk terus mensyukuri penyertaan Tuhan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menghadirkan kasih, keadilan, dan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam ibadah puncak HUT ke-70 GKI di Tanah Papua yang digelar di halaman belakang Kantor Klasis GKI Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (26/10/2026).
Perayaan tahun ini mengusung tema “70 Tahun Bersyukur, Peduli dalam Kasih dan Keadilan, Bersaksi Hadirkan Damai”.

Dalam sambutan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., yang dibacakan Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt. J. Bonsapia, jemaat diajak untuk terus mendoakan pelayanan gereja sekaligus berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Papua.
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian gereja adalah persiapan Sidang Sinode ke-19 di Wondama pada 2026. Persiapan tersebut mencakup penyusunan tata gereja, peraturan, serta Rencana Strategis (Renstra) GKI periode 2027–2032.
Bonsapia menyampaikan, GKI juga menaruh perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga gereja dan masyarakat Papua. Persoalan tersebut meliputi kerusakan lingkungan, kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap, ketidakadilan, konflik bersenjata, hingga penderitaan akibat HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.
“Melalui HUT GKI tahun ini, kita berharap jemaat semakin memperkuat pelayanan dan menghadirkan kasih Tuhan di tengah kehidupan masyarakat,” kata Bonsapia.
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar GKI di Tanah Papua yang merayakan HUT ke-70.
Menurut Rettob, perjalanan panjang GKI selama tujuh dekade menjadi bukti penyertaan Tuhan dalam kehidupan gereja dan masyarakat Papua. Ia menegaskan bahwa peran GKI tidak hanya terbatas pada pelayanan kerohanian, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, sosial kemanusiaan, pembentukan karakter, serta pembangunan masyarakat.

Karena itu, ia berharap peringatan HUT ke-70 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan dan memperbarui komitmen dalam melayani umat serta masyarakat dengan penuh kasih dan ketulusan.
Rettob mengajak seluruh jemaat untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan semangat pelayanan, serta mewujudkan kepedulian dan keadilan melalui tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Ia juga menekankan pentingnya peran gereja dalam mendampingi generasi muda serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan keadilan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, setiap orang percaya memiliki tanggung jawab untuk menjadi saksi Tuhan, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui sikap, perilaku, dan tindakan sehari-hari.
“Gereja juga diharapkan terus mendampingi generasi muda serta menanamkan nilai kejujuran, kepedulian, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesan Rettob.
Lebih lanjut, Rettob mengajak jemaat untuk menjaga persatuan dan menciptakan kedamaian dengan membangun sikap saling memaafkan, bersedia mendengarkan satu sama lain, serta menghindari kebiasaan saling menyalahkan.
Ia menegaskan bahwa kedamaian dapat terwujud apabila masyarakat bersedia menyelesaikan persoalan secara bersama-sama dan menghargai setiap perbedaan.
Dalam kesempatan tersebut, Rettob turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan toleransi di Kabupaten Mimika. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kerukunan menjadi faktor penting bagi kehidupan sosial serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik, tetapi juga harus mencakup pembangunan manusia secara menyeluruh, baik jasmani maupun rohani.
Melalui peringatan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, jemaat diharapkan semakin teguh dalam iman, peduli terhadap sesama, serta aktif mengambil bagian dalam mewujudkan keadilan dan kedamaian, baik di Kabupaten Mimika maupun di Tanah Papua secara luas. (Cr3)







