MIMIKA – Seorang pastor berinisial A.D.B. (36) ditemukan meninggal dunia di dasar kolam renang kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026). Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Korban diketahui telah sekitar satu tahun menjalankan pelayanan keagamaan di wilayah Kokonao, Mimika. Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani pemeriksaan medis.
Peristiwa tersebut terungkap setelah petugas keamanan PT Freeport Indonesia melaporkan penemuan korban kepada Polsek Kuala Kencana sekitar pukul 11.43 WIT.
Berdasarkan keterangan saksi, penemuan bermula sekitar pukul 11.30 WIT ketika seorang anak yang berada di sekitar kolam melihat benda berwarna hitam di dasar kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata tubuh seseorang dalam posisi tengkurap.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Seorang pengunjung lainnya langsung masuk ke kolam untuk mengevakuasi korban.
Petugas medis dari Klinik Kuala Kencana bersama Emergency Response Group (ERG) sempat memberikan pertolongan berupa resusitasi jantung paru atau CPR. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.41 WIT.
Sekitar pukul 13.00 WIT, tim Inafis Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan informasi dan mendukung proses penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, temuan awal tersebut belum dapat memastikan penyebab kematian.
Polisi juga menelusuri data akses masuk ke area kolam renang dan mendapati korban tercatat memasuki kawasan tersebut sekitar pukul 08.55 WIT.
Sementara itu, seorang rekan korban berinisial A.M. menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat keluhan pada bagian pinggang atau saraf terjepit dan telah beberapa kali menjalani terapi. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan penyebab kematian.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami berbagai keterangan dan hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.
Jenazah korban masih berada di RSMM Timika sambil menunggu koordinasi dengan keluarga terkait proses pemulangan ke Palembang.
(Redaksi)









