DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai belum menetapkan penerima Bantuan Tugas Akhir Mahasiswa Tahun 2026. Sebanyak 867 berkas pengajuan masih menjalani proses verifikasi untuk memastikan seluruh calon penerima memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, mengatakan proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh agar bantuan pemerintah daerah benar-benar diterima mahasiswa yang berhak.
Hal itu disampaikan Mote saat memimpin apel gabungan ASN, CPNS, dan tenaga kontrak di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (10/8/2026) kemarin.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru mengumumkan daftar penerima sebelum seluruh dokumen dan data calon penerima dipastikan valid.
“Kami akan umumkan setelah semuanya diperiksa, supaya semua orang tahu mahasiswa yang benar-benar ber-KTP Deiyai,” ujar Mote.
Ia menjelaskan, pemeriksaan mencakup kesesuaian data kependudukan, status mahasiswa, serta persyaratan lain yang menjadi dasar pemberian bantuan.
Untuk memastikan keabsahan data akademik, Pemkab Deiyai juga melakukan pencocokan melalui sistem pendidikan tinggi atau Dikti.
“Data kami sedang diverifikasi lewat Dikti. Jadi kalau ada yang mau komplain, silakan saja. Nanti kami tampilkan secara bersama,” katanya.
Mote menegaskan, keterbukaan menjadi bagian penting dalam proses penetapan penerima bantuan. Karena itu, hasil verifikasi nantinya akan diumumkan kepada masyarakat setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai.
Ia pun meminta mahasiswa dan masyarakat untuk bersabar serta memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah menyelesaikan proses verifikasi secara cermat.
“Yang penting kita pastikan bantuan ini tepat sasaran dan diberikan kepada mahasiswa yang memang memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Pemkab Deiyai berharap proses verifikasi tersebut dapat mencegah kesalahan data sekaligus memastikan program bantuan tugas akhir benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa asal Deiyai yang sedang menyelesaikan pendidikan mereka. (SK)






