TIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika akan memperketat pengawasan terhadap kebersihan kota, khususnya di kawasan pertokoan dan pusat usaha. Pelaku usaha yang kedapatan membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi tegas, mulai dari peringatan hingga penutupan tempat usaha.
Penegasan tersebut disampaikan Johannes Rettob menyusul masih ditemukannya pelaku usaha yang membuang sampah di median jalan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak kebersihan, keindahan, dan kenyamanan Kota Timika.
“Saya juga menghimbau kepada para pengusaha yang ada di pinggir jalan, yang punya tempat-tempat usaha, jangan buang sampah sembarangan di depan median jalan. Ini sudah ditemukan berkali-kali,” tegas Johannes.
Ia menegaskan, pemerintah akan mengedepankan langkah pembinaan sebelum menjatuhkan sanksi. Pelaku usaha yang melanggar akan diberikan peringatan secara bertahap, mulai dari peringatan pertama, kedua, hingga ketiga. Namun, apabila tetap mengabaikan aturan, pemerintah tidak akan ragu menutup tempat usaha yang bersangkutan.
“Kita akan berikan peringatan pertama, peringatan kedua, dan peringatan ketiga. Ini kita jaga semua kebersihan kita. Jika tidak diindahkan, kita akan tutup usahanya,” katanya.
Johannes menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Selain penegakan aturan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif agar memiliki nilai ekonomi. Melalui rancangan peraturan daerah yang sedang disusun, pengelolaan sampah akan dilakukan dengan pola angkut, kumpul, dan olah.
Menurutnya, tahap pengolahan dapat dilakukan melalui bank sampah maupun kios sampah sehingga sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Olah itu misalnya melalui bank sampah, melalui kios sampah. Silakan mereka lakukan. Ke depan kami akan mencari pola-pola lain supaya sampah-sampah ini bisa menjadi uang yang betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Cr2)






