Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Suara Uskup Bernardus Bofitwos Baru : “Masyarakat Papua Rindu Damai, Mari Duduk dan Berdialog

adminbadge-check


					Foto :  Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

SORONG – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., menyerukan pentingnya jalan damai dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan di Tanah Papua. Seruan ini disampaikan dalam homilinya saat Misa Syukur atas tahbisan dirinya sebagai Uskup Timika, yang dirangkaikan dengan peringatan 131 tahun hadirnya misi Katolik di Tanah Papua. Perayaan ini digelar di Katedral Sorong.

Dalam pesan moralnya, Mgr. Bernardus mengkritisi pendekatan kekerasan yang masih kerap digunakan dalam menyelesaikan konflik di Papua. Ia mempertanyakan mengapa pemerintah harus terus mengandalkan kekuatan bersenjata dan kehadiran militer dalam meredam persoalan sosial dan politik di Papua.

“Mengapa harus diselesaikan dengan senjata? Mengapa mendatangkan militer? Mengapa masalah di Papua diselesaikan dengan keputusan yang justru melahirkan konflik di atas konflik?” ungkapnya di hadapan umat.

Menurutnya, sebagai bangsa dan sebagai orang-orang beriman, seluruh pihak seharusnya mengedepankan dialog dan pertemuan hati untuk mencapai cita-cita bersama: hidup damai dan bersaudara.

“Kita semua adalah orang beriman. Kita punya cita-cita yang sama: hidup damai, hidup bersaudara. Negara pun punya cita yang sama. Maka kenapa tidak duduk dan berbicara, berdialog berdasarkan nilai-nilai iman dan kemanusiaan, agar rakyat bisa merasa damai dan tidak terus hidup dalam penderitaan?” tambahnya.

Uskup kelahiran Serui itu juga menyuarakan kerinduan masyarakat Papua yang selama ini merasakan beban panjang konflik dan kekerasan.

“Mereka rindu perdamaian. Rindu hidup yang damai di tanah mereka sendiri,” tegasnya.

Seruannya  sebagai cerminan suara rakyat Papua yang mendambakan keadilan dan pengakuan martabat kemanusiaan melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan bermartabat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline