TIMIKA – Selain menjalankan tugas dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui pengabdian tulus kepada negara dan bangsa Indonesia, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah membuktikan makna sejati pengabdian dengan hadir langsung menjawab panggilan kemanusiaan.
Dimana personel Provos Brimob dengan langkah penuh ketulusan, mereka memberikan bantuan sosial dari Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.I.K kepada seorang ibu yang menjadi korban akibat terkena panah pasca konflik sosial di Distrik Kwamki Narama pada tanggal 13 April 2026.
Tindakan ini merupakan salah satu wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat yang membutuhkan, serta komitmen Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.I.K, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bagian dari tugas sebagai aparat negara, tetapi juga panggilan nurani untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Ini adalah wujud kepedulian kami, semoga dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu dan meringankan beban keluarga,” katanya, Kamis (16/04/2026).
Dengan memberikan bantuan sosial sekaligus melihat langsung kondisi korban, dirinya berharap dapat terus membangun kepercayaan dan hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat.
“Dengan aksi nyata seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Brimob adalah bagian dari masyarakat yang siap melindungi, melayani, sekaligus berbagi,” harap Kompol Onisimus Umbu Sairo.
Lanjutnya,”Tadi juga saya berkunjung untuk melihat langsung kondisi korban yang sedang di rawat di Rumah Sakit,”sambung Kompol Onisimus Umbu Sairo.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Onisimus Umbu Sairo mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini meningkatkan pendekatan budaya dan humanis dalam menangani konflik sosial untuk menciptakan perdamaian.
“Mari hidup damai dan rukun dengan sesama. Tidak boleh ada perang dengan alasan apapun, hukum tertinggi adalah keselamatan manusia,”katanya.(IT)










