Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Suara Uskup Bernardus Bofitwos Baru : “Masyarakat Papua Rindu Damai, Mari Duduk dan Berdialog

adminbadge-check


					Foto :  Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

SORONG – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., menyerukan pentingnya jalan damai dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan di Tanah Papua. Seruan ini disampaikan dalam homilinya saat Misa Syukur atas tahbisan dirinya sebagai Uskup Timika, yang dirangkaikan dengan peringatan 131 tahun hadirnya misi Katolik di Tanah Papua. Perayaan ini digelar di Katedral Sorong.

Dalam pesan moralnya, Mgr. Bernardus mengkritisi pendekatan kekerasan yang masih kerap digunakan dalam menyelesaikan konflik di Papua. Ia mempertanyakan mengapa pemerintah harus terus mengandalkan kekuatan bersenjata dan kehadiran militer dalam meredam persoalan sosial dan politik di Papua.

“Mengapa harus diselesaikan dengan senjata? Mengapa mendatangkan militer? Mengapa masalah di Papua diselesaikan dengan keputusan yang justru melahirkan konflik di atas konflik?” ungkapnya di hadapan umat.

Menurutnya, sebagai bangsa dan sebagai orang-orang beriman, seluruh pihak seharusnya mengedepankan dialog dan pertemuan hati untuk mencapai cita-cita bersama: hidup damai dan bersaudara.

“Kita semua adalah orang beriman. Kita punya cita-cita yang sama: hidup damai, hidup bersaudara. Negara pun punya cita yang sama. Maka kenapa tidak duduk dan berbicara, berdialog berdasarkan nilai-nilai iman dan kemanusiaan, agar rakyat bisa merasa damai dan tidak terus hidup dalam penderitaan?” tambahnya.

Uskup kelahiran Serui itu juga menyuarakan kerinduan masyarakat Papua yang selama ini merasakan beban panjang konflik dan kekerasan.

“Mereka rindu perdamaian. Rindu hidup yang damai di tanah mereka sendiri,” tegasnya.

Seruannya  sebagai cerminan suara rakyat Papua yang mendambakan keadilan dan pengakuan martabat kemanusiaan melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan bermartabat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Mimika Mulai Siram Jalan Atasi Debu di Timika

15 September 2026 - 13:39 WIB

20260915

Dishub Mimika Perkuat Keselamatan Jalan, dari ZoSS hingga Pengecatan Median

15 September 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260915 WA0037

Empat Pelajar Selamat, Polisi Redam Kepanikan Warga Akibat Isu Penculikan

15 September 2026 - 13:17 WIB

IMG 20260915 WA0030

Dukcapil Deiyai Ungkap Perkembangan Data Kependudukan, Pelayanan Masih Hadapi Sejumlah Kendala

15 September 2026 - 13:11 WIB

IMG 20260915 WA0034

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Deiyai Validasi Data Pekerja Rentan hingga Aparatur Kampung

15 September 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260915 WA0032
Trending di Headline