Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Suara Uskup Bernardus Bofitwos Baru : “Masyarakat Papua Rindu Damai, Mari Duduk dan Berdialog

adminbadge-check


					Foto :  Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

SORONG – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., menyerukan pentingnya jalan damai dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan di Tanah Papua. Seruan ini disampaikan dalam homilinya saat Misa Syukur atas tahbisan dirinya sebagai Uskup Timika, yang dirangkaikan dengan peringatan 131 tahun hadirnya misi Katolik di Tanah Papua. Perayaan ini digelar di Katedral Sorong.

Dalam pesan moralnya, Mgr. Bernardus mengkritisi pendekatan kekerasan yang masih kerap digunakan dalam menyelesaikan konflik di Papua. Ia mempertanyakan mengapa pemerintah harus terus mengandalkan kekuatan bersenjata dan kehadiran militer dalam meredam persoalan sosial dan politik di Papua.

“Mengapa harus diselesaikan dengan senjata? Mengapa mendatangkan militer? Mengapa masalah di Papua diselesaikan dengan keputusan yang justru melahirkan konflik di atas konflik?” ungkapnya di hadapan umat.

Menurutnya, sebagai bangsa dan sebagai orang-orang beriman, seluruh pihak seharusnya mengedepankan dialog dan pertemuan hati untuk mencapai cita-cita bersama: hidup damai dan bersaudara.

“Kita semua adalah orang beriman. Kita punya cita-cita yang sama: hidup damai, hidup bersaudara. Negara pun punya cita yang sama. Maka kenapa tidak duduk dan berbicara, berdialog berdasarkan nilai-nilai iman dan kemanusiaan, agar rakyat bisa merasa damai dan tidak terus hidup dalam penderitaan?” tambahnya.

Uskup kelahiran Serui itu juga menyuarakan kerinduan masyarakat Papua yang selama ini merasakan beban panjang konflik dan kekerasan.

“Mereka rindu perdamaian. Rindu hidup yang damai di tanah mereka sendiri,” tegasnya.

Seruannya  sebagai cerminan suara rakyat Papua yang mendambakan keadilan dan pengakuan martabat kemanusiaan melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan bermartabat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

12 Maret 2026 - 15:03 WIB

IMG 20260312 WA0227

Kapolda Papua Tengah Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

12 Maret 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260312 WA0227

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024
Trending di Headline