Menu

Mode Gelap
Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif

Headline

Stabilkan Harga Pangan Nasional, Bulog Timika Gandeng Puluhan RPK

Etty Welerbadge-check


					Stabilkan Harga Pangan Nasional, Bulog Timika Gandeng Puluhan RPK Perbesar

TIMIKA – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Timika bekerjasama dengan masyarakat dalam menjalankan program Rumah Pangan Kita (RPK). Usaha rumahan RPK bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta menstabilkan harga pangan nasional.

“Program kami sampai dengan saat ini yang kami masih jalankan yaitu kami bekerja sama dengan RPK-RPK yang ada atau outlet-outlet yang ada di Mimika,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (KCP) Timika Riyadi Muslim dikantor Perum Bulog Timika di SP1, Selasa (5/11/2024).

Riyadi menjelaskan, Perum Bulog Timika masih menjalankan program RPK yang tersebar baik di beberapa pasar di Mimika, dan juga SP-SP dengan tujuan menstabilkan harga pangan terkhusus bagi masyarakat yang berada diluar kota. Saat ini tercatat lebih dari 50 RPK yang bekerjasama dengan Perum Bulog.

“Ada yang terletak di pasar Baru, pasar gorong-gorong dan beberapa yang berada di sentra pemukiman,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihak Bulog juga menyediakan beras SPHP dengan berbagai ukuran mulai dari 5 kilogram sampai 50 kilogram, dengan harga perkilogramnya Rp 13.500. Tentunya harga tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan beras premium yang dijual di pasar untuk perkilogram Rp 17.000 hingga Rp 20.000.

“Kami menyalurkan beras yang namanya SPHP beras curah 50 kilo dan juga dalam bentuk kemasan 5 kilo itu dijual di RPK dengan HET 13.500,” jelasnya.

Untuk setiap RPK yang menjual beras SPHP dibatasi hingga 2 ton saja. Apabila habis pihak RPK bisa mengorder kembali, sementara untuk beras premium tidak dibatasi.

“Jadi fungsinya SPHP ini stabilisasi pasokan harga pangan, kami juga sudah bekerja sama dengan Ramayana di sana juga tersedia beras SPHP. Untuk kualitas beras SPHP itu medium 70 persen,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Penyelesaian Konflik Tapal Batas Adat Kapiraya

16 April 2026 - 16:11 WIB

IMG 20260416 WA0044

Gubernur Nawipa Buka FGD RPPLH, Tekankan Pentingnya Pengelolaan SDA Bijak

16 April 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260416 WA0037

Atas Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta

16 April 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260416 WA0022

Makna Sejati Pengabdian Dengan Hadir Langsung Menjawab Panggilan Kemanusiaan

16 April 2026 - 15:47 WIB

IMG 20260416 WA0025

Bupati Deiyai Tekankan Perencanaan Berbasis Data dan Program Prioritas dalam Musrenbang RKPD 2027

16 April 2026 - 15:35 WIB

IMG 20260416 WA0021
Trending di Headline