Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Stabilkan Harga Pangan Nasional, Bulog Timika Gandeng Puluhan RPK

Etty Welerbadge-check


					Stabilkan Harga Pangan Nasional, Bulog Timika Gandeng Puluhan RPK Perbesar

TIMIKA – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Timika bekerjasama dengan masyarakat dalam menjalankan program Rumah Pangan Kita (RPK). Usaha rumahan RPK bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta menstabilkan harga pangan nasional.

“Program kami sampai dengan saat ini yang kami masih jalankan yaitu kami bekerja sama dengan RPK-RPK yang ada atau outlet-outlet yang ada di Mimika,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (KCP) Timika Riyadi Muslim dikantor Perum Bulog Timika di SP1, Selasa (5/11/2024).

Riyadi menjelaskan, Perum Bulog Timika masih menjalankan program RPK yang tersebar baik di beberapa pasar di Mimika, dan juga SP-SP dengan tujuan menstabilkan harga pangan terkhusus bagi masyarakat yang berada diluar kota. Saat ini tercatat lebih dari 50 RPK yang bekerjasama dengan Perum Bulog.

“Ada yang terletak di pasar Baru, pasar gorong-gorong dan beberapa yang berada di sentra pemukiman,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihak Bulog juga menyediakan beras SPHP dengan berbagai ukuran mulai dari 5 kilogram sampai 50 kilogram, dengan harga perkilogramnya Rp 13.500. Tentunya harga tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan beras premium yang dijual di pasar untuk perkilogram Rp 17.000 hingga Rp 20.000.

“Kami menyalurkan beras yang namanya SPHP beras curah 50 kilo dan juga dalam bentuk kemasan 5 kilo itu dijual di RPK dengan HET 13.500,” jelasnya.

Untuk setiap RPK yang menjual beras SPHP dibatasi hingga 2 ton saja. Apabila habis pihak RPK bisa mengorder kembali, sementara untuk beras premium tidak dibatasi.

“Jadi fungsinya SPHP ini stabilisasi pasokan harga pangan, kami juga sudah bekerja sama dengan Ramayana di sana juga tersedia beras SPHP. Untuk kualitas beras SPHP itu medium 70 persen,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline