NABIRE — Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H., mendorong mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 untuk menjadikan masa kuliah sebagai ruang membangun kemandirian, kreativitas dan kemampuan yang dapat memberi dampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Petrus saat membuka Gerakan Cinta Kampus (Gertak) atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di halaman FKIP USWIM Nabire, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 640 peserta, terdiri dari 636 mahasiswa baru dan empat mahasiswa lama yang belum mengikuti PKKMB pada tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 17 Agustus 2026.
Petrus mengatakan Gertak merupakan kegiatan resmi perguruan tinggi yang menjadi bagian dari proses mahasiswa mengenal kehidupan kampus secara lebih utuh.
Ia meminta mahasiswa tidak hanya memandang Gertak sebagai kegiatan seremonial, tetapi memanfaatkan berbagai materi yang diberikan sebagai bekal menjalani kehidupan akademik.
“Ini bagian dari proses Anda mengenal kampus USWIM. Kampus USWIM ini kan tidak sekadar lihat bangunan-bangunannya, lihat orang-orangnya. Tetapi Anda semakin mengenal kampus ini,” ujarnya.
Menurut Petrus, mahasiswa baru berada pada fase transisi dari pendidikan menengah menuju pendidikan tinggi. Karena itu, mereka dituntut mulai memiliki pola pikir yang lebih dewasa, mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses pendidikan.
Pendidikan Harus Memberi Dampak
Pesan Rektor tersebut sejalan dengan visi USWIM periode 2025–2029 untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan rujukan pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi dan humaniora.
Visi tersebut kemudian dijabarkan melalui lima misi, yakni menghadirkan pendidikan dan pembelajaran berkualitas, mengembangkan penelitian inovatif yang berdampak dan bermanfaat, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, membangun tata kelola perguruan tinggi yang baik dan profesional serta memperluas kerja sama.
Dalam konteks tersebut, Petrus mengajak mahasiswa tidak hanya mengejar kelulusan. Mahasiswa perlu membangun kemampuan akademik dan nonakademik agar kelak mampu berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas kampus, mengikuti organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan kepemimpinan.
“Di sini ada organisasi-organisasi kemahasiswaan. Anda terlibat. Tingkatkan kreativitas,” pesannya.
Manfaatkan Peluang Bantuan Pendidikan
Selain persoalan akademik dan pengembangan karakter, Petrus juga mengingatkan mahasiswa mengenai peluang bantuan pendidikan yang tersedia bagi mahasiswa di Papua Tengah.
Ia menyebut adanya program bantuan pendidikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Papua Tengah. Namun, bantuan tersebut memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk ketentuan akademik dan kelengkapan dokumen.
Petrus mengatakan pada periode sebelumnya terdapat mahasiswa yang tidak dapat menerima bantuan karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak menunda ketika fakultas maupun program studi meminta dokumen yang menjadi persyaratan.
“Kalau dekan, wakil dekan atau waktu meminta untuk kumpul persyaratannya, segera. Jangan menunggu,” tegasnya.
Selain bantuan pendidikan pemerintah daerah, Rektor juga menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peluang memperoleh beasiswa lainnya, termasuk KIP Kuliah, dengan tetap mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
USWIM Siapkan Lingkungan Akademik
Ketua Panitia Gertak sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik USWIM, Ir. Estepanus L.S. Tumbal, M.Si., menjelaskan bahwa rangkaian PKKMB dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa dengan sistem pendidikan tinggi, kehidupan akademik, organisasi, literasi digital, layanan kemahasiswaan serta pengembangan karakter.
Sejumlah materi akan disampaikan oleh pimpinan universitas, pemerintah daerah dan unsur terkait. Materi tersebut mencakup kesadaran dan bela negara, kebijakan pembangunan pendidikan di Papua Tengah, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, perkembangan perguruan tinggi di era Revolusi Industri 4.0 dan 5.0, literasi keuangan, organisasi kemahasiswaan, kesehatan dan keselamatan kerja, pencegahan kekerasan serta kiat sukses belajar.
Menurut Estepanus, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami hak dan kewajiban sekaligus berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan selama menempuh pendidikan di USWIM.
Pelaksanaan PKKMB berlangsung mulai 13 hingga 16 Agustus untuk pemberian materi, sementara 17 Agustus menjadi agenda penutupan sekaligus upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui Gertak 2026, USWIM berharap mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi insan akademik yang unggul, berkarakter, mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Arah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya USWIM menjalankan visi dan misi periode 2025–2029 untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, profesional, inovatif dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. (MB)






