Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Serangan Mendadak di Umage, Peluru Lukai Bripda Jhon Galu

Etty Welerbadge-check


					Serangan Mendadak di Umage, Peluru Lukai Bripda Jhon Galu Perbesar

TIMIKA (Tolikara) — Seorang personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak saat rombongan personel kepolisian melintas di kawasan sebelum Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8/2026).

 

IMG 20260821 WA0003

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, penembakan terjadi ketika personel Polsek Ilu sedang melakukan observasi di jalan poros Puncak Jaya menuju Tolikara.

“Anggota Polsek Ilu sedang melakukan observasi, tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian. Tembakan mengenai atap kendaraan dinas, termasuk lampu rotator yang pecah. Salah satu proyektil mengenai Bripda Jhon Galu Situmorang pada bagian pangkal paha kiri,” ujar Yusuf, Jumat (21/8/2026).

Setelah kejadian, personel langsung mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis. Bripda Jhon Galu Situmorang sempat dibawa ke RSUD Karubaga. Namun, karena keterbatasan fasilitas medis, korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Jayawijaya.

IMG 20260821 WA0001

“Siang hari ini korban dievakuasi ke Jayapura untuk dibawa ke RS Bhayangkara karena kondisi anggota semakin menurun,” kata Yusuf.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi awal, aparat menduga serangan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata yang disebut dipimpin Ternus Enumbi.

Selain mengevakuasi korban, aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengembangkan penyelidikan ke wilayah lain. Kondisi geografis di sekitar lokasi yang berupa tebing, kawasan berketinggian, serta hutan lebat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian dan penyelidikan.

Polisi juga menduga serangan tersebut menyasar aparat keamanan. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi kendaraan dinas yang mengalami sejumlah kerusakan akibat tembakan, terutama pada bagian atap.

“Sasarannya aparat keamanan karena korban menggunakan kendaraan dinas, sehingga mudah diketahui. Kondisi kendaraan terdapat banyak lubang tembakan, terutama di bagian atap,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, Kabupaten Tolikara dalam beberapa waktu terakhir dinilai memiliki tingkat kerawanan keamanan. Sebelumnya, pada bulan lalu, juga terjadi insiden yang menyebabkan pekerja jalan menjadi korban.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya bersama jajaran kewilayahan telah mengambil langkah penanganan terhadap korban sekaligus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa setiap informasi yang diperoleh dalam penyelidikan akan diverifikasi dan dikembangkan.

“Setiap informasi yang diperoleh akan kami verifikasi dan kembangkan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Penanganannya dilakukan berdasarkan fakta, keterangan dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” katanya.

Selain mengusut penembakan tersebut, aparat juga mencermati informasi mengenai potensi aksi lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tolikara dan sekitarnya. Langkah antisipasi dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun personel.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga yang memiliki informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diminta menyampaikannya kepada aparat keamanan melalui jalur yang tersedia.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan terukur berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Dorong Seluruh Sekolah Terapkan Program Adiwiyata

21 Agustus 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260821 WA0009

Kasus Malaria Capai 39.532, Distrik Mimika Baru Perkuat Peran 109 Kader

21 Agustus 2026 - 14:09 WIB

IMG 20260821 WA0013

Ancaman Polio di Perbatasan Papua Makin Nyata, Kesenjangan Imunisasi Jadi Sorotan

21 Agustus 2026 - 14:04 WIB

IMG 20260821 WA0012

Pemprov Papua Tengah Mobilisasi Armada Gabungan Tangani Karhutla, Fokus Mitigasi di Puncak Kemarau

21 Agustus 2026 - 14:00 WIB

IMG 20260821 WA0011

Kemarau Panjang, Karhutla Mulai Kepung Nabire, Asap Tebal Selimuti Sejumlah Wilayah

21 Agustus 2026 - 13:55 WIB

IMG 20260821 WA0006
Trending di Headline