TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar Seminar Pendahuluan Pekerjaan Studi Kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Jalan Agimuga–Fakafuku–Timika Tahun Anggaran 2026.
Seminar tersebut menjadi tahapan awal dalam proses perencanaan pembangunan akses jalan yang menghubungkan wilayah Agimuga, Fakafuku hingga Timika. Kegiatan ini menghadirkan tim konsultan dari PT Ady Citra Consultant sebagai pelaksana pekerjaan studi kelayakan dan penyusunan DED.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kajian teknis yang komprehensif sebagai dasar dalam menentukan kelayakan pembangunan, kebutuhan infrastruktur, trase jalan, hingga perencanaan teknis yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Studi kelayakan menjadi bagian penting sebelum pembangunan dilaksanakan. Melalui kajian tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi lapangan, aspek teknis, sosial, lingkungan, hingga kebutuhan pembiayaan pembangunan jalan.
Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong membuka kegiatan yang berlangsung di Timika, Jumat (21/8/2026).

Dalam sambutan Bupati Johannes Rettob dikatakan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu bagian penting dalam membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan Kabupaten Mimika, konektivitas wilayah memiliki arti tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan kegiatan ekonomi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Oleh karena itu rencana pembangunan ruas Agimuga-Fakafuku-Timika perlu dipersiapkan secara matang, terukur dan berdasarkan kajian yang komprehensif serta dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, administratif, ekonomi, sosial dan lingkungan.

Seminar pendahuluan ini memiliki arti penting sebagai bagian dari proses awal untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi dan kebutuhan pembangunan ruas jalan tersebut.
“Melalui forum ini saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, saran dan pendapat serta informasi yang konstruktif berdasarkan kondisi dan pengalaman di lapangan. Masukan tersebut sangat diperlukan agar proses penyusunan dokumen studi kelayakan dan perencanaan teknik terinci/DED dapat menghasilkan dokumen yang lengkap, komprehensif, akurat dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat dan wilayah yang akan dilayani,” katanya.
Saya juga berharapkan agar kajian ini tidak hanya berorientasi pada aspek pembangunan jalan, tetapi turut memperhatikan berbagai aspek lainnya seperti kondisi-kondisi geografis dan topografi wilayah, kondisi tanah dan hidrologi, aspek sosial dan ekonomi masyarakat, lingkungan hidup, tata ruang, budaya dan kearifan lokal, serta kebutuhan lahan, keselamatan dan ketahanan infrastruktur, serta aspek pembiayaan dan keberlanjutan pembangunan.
Dengan demikian, dokumen yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan keputusan yang kuat bagi pemerintah Kabupaten Mimika dalam menentukan kebijakan serta tahapan pembangunan ruas jalan Agimuga-Fakafuku-Timika.
Kepada tim konsultan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan kajian ini, saya berpesan agar dapat melaksanakan tugas secara profesional, objektif, transparan dan bertanggung jawab.
Saya juga mengharapkan agar komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Mimika, pemerintah distrik dan kampung yang terkait, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat dibangun dengan baik. Setiap informasi dan masukan dari lapangan hendaknya menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kajian, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi dan kebutuhan nyata di wilayah yang direncanakan.
Kita tentunya tidak menginginkan dokumen perencanaan ini hanya baik secara administratif, tetapi kita membutuhkan dokumen yang realistis, implementatif dan mampu menjadi pedoman dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan seminar pendahuluan studi kelayakan dan DED pembangunan Agimuga-Fakafuku-Timika dapat berjalan dengan lancar, tertib dan menghasilkan berbagai masukan serta rekomendasi yang konstruktif,” harap Bupati.
Semoga melalui proses perencanaan yang baik, pembangunan infrastruktur jalan ini nantinya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan konektivitas wilayah pertumbuhan ekonomi, pelayanan dasar, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mimika.
Kepala Distrik Agimuga, Aryanus Katagame dalam forum diskusi mengatakan akses jalan ke Fakafuku – Agimuga selama ini kalau dari Timika lewat laut lalu masuk sungai. Saat lewat jalur laut kondisi laut terkadang kurang bersahabat sehingga harus masuk lewat sungai. Sementara kondisi sungai mengalami pendangkalan. Untuk bisa sampai ke kampung harus mengikuti kondisi air, jika surut atau kering maka perahu kandas dan bisa berjam-jam menunggu. Kondisi ini terjadi sudah puluhan tahun. Sehingga akses jalan tembus ini sangat baik. Namun pastinya butuh waktu yang cukup lama, sehingga perlu dipikirkan alternatif transportasi atau jalan lain bagi masyarakat.
Tomas Agimuga, Paulus Kilangin mengapresiasi program Pekerjaan pemerintah di Distrik Agimuga. Menurutnya, perencanaan ini sangat diharapkan untuk berjalan. Oleh karena itu masyarakat Distrik Agimuga mulai dari Fakafuku sampai Aramsolki, Kiliarma, Amungun dan semua masyarakat sangat mendukung pembangunan jalan ini.
Dalam kegiatan survei nantinya, masyarakat akan bersama tim untuk menjaga keamanan dengan harapan Pekerjaan jalan ini akan dibangun.
“Berdasarkan kemauan kami masyarakat agar pembangunan jalan ini berjalan mulus tanpa ada halangan, karena kami memang butuh pembangunan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga diikuti beberapa OPD teknis, Kepala Distrik, Lembaga adat dan PTFI. (Red)







