TIMIKA — Aksi demonstrasi damai yang digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika, berlangsung dengan seruan kuat menolak militerisme di Papua.
Berdasarkan pantauan dilapangan,kedatangan massa KNPB di halaman DPRK Mimika untuk melakukan aksi demo damai, Sabtu (15/8/2026) ini disambut oleh Ketua DPRK Mimika bersama sejumlah anggota DPRK lainnya.

Seperti yang disampaikan seorang mama-mama di halaman DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026) mendesak pemerintah segera menarik personel keamanan dari sejumlah wilayah konflik serta memulangkan masyarakat yang mengungsi di mana-mana.
Di hadapan massa, ia menyampaikan kritik terhadap kehadiran aparat keamanan dan meminta pemerintah memberikan perhatian serius kepada warga sipil yang disebutnya masih berada dalam kondisi sulit di tengah konflik.
“Pemerintah tolong tarik anggota kembali ke Jakarta,”serunya yang kemudian disambut sorakan massa.
Seruan itu kembali diulang beberapa kali. Ia juga mendesak pemerintah segera mengembalikan para pengungsi yang, menurutnya, tersebar di berbagai wilayah Papua.
“Segera kembalikan pengungsi yang ada di hutan!” katanya.
Dalam orasinya, ia menggambarkan penderitaan keluarga Papua yang disebut harus meninggalkan tempat tinggal dan mencari perlindungan di kawasan hutan. Ia bahkan menyebut ada anggota keluarganya yang melahirkan di tengah kondisi tersebut

“Saya punya keluarga melahirkan di hutan,” ujarnya.
Ia juga menggunakan simbol keagamaan dan sejarah dalam menyampaikan tuntutannya. Sambil menunjukkan Alkitab, ia menegaskan bahwa tanah Papua merupakan ciptaan Tuhan dan meminta agar masyarakat setempat dihargai.
“Tanah ini Tuhan ciptakan kita, Alkitab ini Tuhan yang berfirman! Bukan manusia!” tegasnya.
Ia kemudian mempertanyakan perlakuan terhadap masyarakat Papua yang menurutnya telah memberikan tanah, sumber daya, tenaga, hingga pengorbanan besar kepada negara.
“Apa salah kami?, Apa mau kamu?,kami sudah kasih jantung, kasih hati sampai mau isap nafas kami,”ujarnya dengan tegas.
Kritik juga diarahkan kepada orang asli Papua yang kini menduduki jabatan pemerintahan. Dimana ia meminta para pejabat Papua tidak melupakan masyarakat yang masih mengalami penderitaan.
“Minta maaf ya, anak-anak Papua yang jadi pejabat di negeri ini, kamu juga harus tahu menghargai kami,” katanya, disambut sorakan massa.
Menjelang akhir orasi, pesan khusus ditujukan kepada pemerintah pusat dan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau dengar saya titipkan pesan ini, sampaikan kepada Prabowo segera kembalikan pengungsi yang tersebar diseluruh di tanah Papua,”ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa para pengungsi membutuhkan perhatian karena disebut mengalami kesulitan memperoleh makanan dan minuman.
“Tolong sampaikan kepada Prabowo, segera kembalikan pengungsi yang tersebar di seluruh Papua,” katanya.

Demo KNPB Wilayah Mimika ini mengangkat isu penolakan terhadap militerisme di Papua, khususnya terkait kehadiran aparat keamanan dan persoalan pengungsian akibat konflik. Dalam aksi tersebut juga mendapatkan pengawalan ketat dari pihak keamanan. (IT)







