Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Kapolres Mimika Tegaskan Kejar Pelaku Pembunuhan Brutal di Kwamki Narama, Minta Warga Tidak Balas Dendam

Etty Welerbadge-check


					Kapolres Mimika Tegaskan Kejar Pelaku Pembunuhan Brutal di Kwamki Narama, Minta Warga Tidak Balas Dendam Perbesar

TIMIKA – Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menegaskan komitmennya untuk memburu dan menangkap seluruh pelaku pembunuhan yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam.

Dalam konferensi pers di Mako Polres Mimika, Mile 32, Minggu (2/8/2026), Alredo menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang menurutnya dilakukan secara sangat brutal.

“Saya tidak negosiasi. Saya akan tangkap pelakunya. Saya tidak ada toleransi terhadap masalah pembunuhan. Tidak ada alasan apa pun,” tegas Alredo.

Kapolres mengungkapkan, dari kondisi korban yang ditemukan di lokasi, tindakan pelaku menunjukkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi.

“Kalau melihat kondisi korbannya, dibunuh dengan sangat keji. Tubuh korban terkena puluhan anak panah. Itu menunjukkan adanya tindakan yang sangat brutal dan saya tidak akan mentoleransi perbuatan seperti ini. Semua pelaku akan kami tangkap,” ujarnya.

Di tengah proses penyelidikan, Alredo meminta keluarga korban maupun masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam ataupun main hakim sendiri. Menurutnya, konflik berkepanjangan antarkelompok tidak akan pernah selesai apabila terus dibalas dengan kekerasan.

“Saya minta masyarakat dari pihak korban jangan mengambil tindakan sendiri. Sudah terlalu lama konflik seperti ini terjadi. Percayakan proses hukum kepada kami, polisi,” katanya.

Ia menegaskan, penegakan hukum merupakan kewenangan aparat kepolisian sehingga masyarakat tidak perlu mengambil tindakan di luar hukum.

“Kalian tidak usah bertindak sendiri. Kami yang akan menangkap pelakunya. Tidak ada main hakim sendiri. Ini negara hukum,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Menurutnya, alasan adat ataupun kebiasaan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan kekerasan.

“Kalau kita ingin maju, kita harus mengikuti aturan hukum. Tidak ada alasan bahwa kekerasan dibenarkan karena adat atau kebiasaan. Kekerasan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun,” ujarnya.

Alredo berharap masyarakat mulai meninggalkan budaya kekerasan dan mengedepankan penyelesaian sengketa melalui jalur hukum demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Mimika.

“Saya selaku Kapolres tegaskan sekali lagi, saya akan menangkap seluruh pelaku pembunuhan tersebut,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival UMKM Mimika Digelar, Omzet Pelaku Usaha Ditarget Naik hingga Rp4 Juta

9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260809 WA0117(1)

Tim Babat Polres Mimika Ungkap Dua Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Diamankan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260809 WA0172

Anak 14 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Pencurian Motor di Timika

9 Agustus 2026 - 14:20 WIB

IMG 20260809 WA0165

Pelajar Deiyai Unjuk Bakat dalam Lomba Pidato HUT ke-81 RI, Berikut Daftar Juara

9 Agustus 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260809 WA0148

Tanggapi Keluhan Pelajar dan Mahasiswa, Bupati Intan Jaya Pastikan Beasiswa ADIK-ADEM Diproses Pekan Depan

9 Agustus 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260809 WA0134
Trending di Headline