NABIRE – Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen Talenta, e-Kinerja, Disparitas Data Kepegawaian, dan Layanan Document Management System (DMS) yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura beserta jajaran, Kepala BKPSDM Kabupaten Dogiyai, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peserta sosialisasi dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai.

Dalam sambutannya, Bupati Yudas Tebai menegaskan bahwa transformasi digital di bidang kepegawaian merupakan langkah strategis untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Empat instrumen ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pilar utama untuk membangun birokrasi yang bersih, kompeten, dan akuntabel,” ujar Yudas Tebai.
Bupati menjelaskan bahwa penerapan Manajemen Talenta bertujuan memetakan potensi dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) secara objektif sehingga pengisian jabatan strategis dilakukan berdasarkan prestasi dan kompetensi, bukan atas pertimbangan subjektif.
Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan aplikasi e-Kinerja sebagai instrumen penilaian kinerja ASN yang adil dan transparan. Seluruh pegawai diminta disiplin menginput capaian kinerja harian maupun bulanan karena hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pemberian penghargaan, tambahan penghasilan pegawai, hingga evaluasi karier.
“e-Kinerja harus menjadi alat ukur kontribusi nyata setiap ASN. Saya meminta seluruh pegawai tertib melaporkan capaian kinerjanya secara berkala,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yudas Tebai juga menyoroti pentingnya penyelesaian disparitas data kepegawaian antara sistem daerah (Simpeg) dan Sistem Informasi ASN (SIASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menurutnya, ketidaksesuaian data dapat menghambat berbagai layanan kepegawaian, termasuk kenaikan pangkat, mutasi, hingga hak pensiun pegawai.
Ia meminta seluruh pengelola kepegawaian di setiap OPD segera melakukan verifikasi dan sinkronisasi data agar tercipta satu data ASN yang valid dan akurat.
Di sisi lain, Bupati turut mendorong implementasi Document Management System (DMS) sebagai bagian dari digitalisasi arsip kepegawaian.
Melalui sistem tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, serta mampu mengurangi penggunaan dokumen fisik. Digitalisasi arsip juga dinilai mampu meningkatkan keamanan dokumen dari risiko kehilangan maupun kerusakan.
“DMS hadir untuk memangkas birokrasi berbasis kertas. Administrasi kepegawaian harus bisa diselesaikan lebih cepat melalui sistem digital,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan pendampingan dengan sebaik-baiknya, termasuk aktif berdiskusi dengan narasumber apabila menghadapi kendala teknis di lapangan.

Ia berharap setelah kegiatan tersebut tidak ada lagi perangkat daerah yang tertinggal dalam penerapan sistem kepegawaian digital.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Yudas Tebai secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen Talenta, e-Kinerja, Penyelesaian Disparitas Data Kepegawaian, dan Layanan Document Management System (DMS) Kabupaten Dogiyai Tahun 2026. (MB)







