NABIRE – Kepala Kepolisian Resor Nabire, Samuel D. Tatiratu, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nabire untuk menjadikan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sebagai sarana mempererat persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolres saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin (8/6/2026). Menurutnya, euforia Piala Dunia harus dimaknai sebagai momentum yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang, bukan menjadi pemicu perpecahan akibat perbedaan dukungan terhadap tim tertentu.
Kapolres menjelaskan bahwa Polres Nabire telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan seluruh kegiatan nobar berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Upaya tersebut juga sejalan dengan koordinasi nasional antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat maupun penyelenggara kegiatan nobar di Kabupaten Nabire. Salah satunya, setiap penyelenggara yang melibatkan massa dalam jumlah besar diharapkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polres Nabire atau Polsek setempat agar aspek keamanan, keselamatan, serta kelancaran lalu lintas dapat dipersiapkan secara maksimal.
“Kami mengimbau agar setiap kegiatan nobar yang melibatkan banyak peserta dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian sehingga pelaksanaannya berjalan aman dan tertib,” ujar Kapolres.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga ketertiban umum selama kegiatan berlangsung. Kapolres menegaskan agar peserta nobar tidak mengonsumsi minuman keras, tidak membawa senjata tajam, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi toleransi dan sportivitas selama mengikuti pertandingan.
“Jangan sampai perbedaan dukungan tim menimbulkan perselisihan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan masyarakat Nabire,” katanya.
Kapolres juga meminta penyelenggara memperhatikan faktor keselamatan di lokasi nobar, mulai dari kapasitas tempat, akses keluar dan masuk, ketersediaan area parkir, hingga langkah-langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di samping itu, penyelenggara diingatkan untuk mematuhi ketentuan hak siar dan perizinan yang berlaku, khususnya bagi kegiatan nobar yang bersifat komersial atau melibatkan sponsor. Ia menegaskan bahwa TVRI telah menetapkan aturan khusus terkait penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 yang perlu dipatuhi oleh seluruh pihak.
Kepada para pemuda dan pecinta sepak bola di Nabire, Kapolres mengimbau agar tidak melakukan konvoi besar-besaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga diminta menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu gangguan keamanan, termasuk melalui media sosial.
“Pada prinsipnya, kami dari Polres Nabire bersama jajaran siap memberikan dukungan pengamanan agar masyarakat dapat menikmati seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dengan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” tegasnya.
Ia menambahkan, momentum Piala Dunia 2026 hendaknya menjadi ajang memperkuat kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, serta membangun semangat persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Nabire. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kegiatan nobar diharapkan dapat berlangsung tertib dan menjadi hiburan yang positif bagi semua kalangan. (MB)







