Menu

Mode Gelap
Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk

Headline

Disbudpar Dogiyai Dorong Penetapan Cagar Budaya, Targetkan Jadi Pusat Peradaban Suku Mee

Etty Welerbadge-check


					Disbudpar Dogiyai Dorong Penetapan Cagar Budaya, Targetkan Jadi Pusat Peradaban Suku Mee Perbesar

DOGIYAI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dogiyai terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui pengusulan sejumlah objek menjadi cagar budaya.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Dogiyai, Natan Naftali Tebai, S.Sos., kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Natan menjelaskan, pada hari yang sama pihaknya menerima kunjungan Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah yang melakukan survei dan pengambilan data terkait potensi cagar budaya di Dogiyai melalui bidang kebudayaan.

“Ini bagian dari langkah awal untuk mendorong penetapan cagar budaya di Kabupaten Dogiyai. Kami menyambut baik kehadiran tim provinsi dalam rangka pendataan dan verifikasi lapangan,” ujar Tebai dalam keterangantertulis. (MB)

Ia mengungkapkan, Disbudpar Dogiyai telah mengusulkan sejumlah objek penting untuk ditetapkan sebagai cagar budaya, di antaranya Kopi P5 Moanemani, Gereja Katolik Sta. Imakulata, dan Gereja Katolik Timepa. Selain itu, terdapat p²wula beberapa situs budaya yang didorong, yakni Situs Mauwa, Situs Idakebo, dan Situs Auki Modio.

Tidak hanya itu, dua kawasan budaya strategis juga diusulkan, yaitu kawasan Lembah Hijau Kamuu dan kawasan Mapia-Piyaye, yang dinilai memiliki nilai historis dan kultural tinggi bagi masyarakat setempat, khususnya suku Mee.

Menurut Natan, upaya ini tidak hanya sebatas penetapan status, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun identitas daerah berbasis budaya.

“Kami berharap dalam tahun ini sudah ada hasil dari proses ini, sehingga ke depan Dogiyai dapat menjadi daerah konsentrasi pusat pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya suku Mee,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sektor kebudayaan akan menjadi fondasi penting dalam arah pembangunan daerah.

“Dogiyai sebagai pusat peradaban akan menjadi fokus pembangunan ke depan. Budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan untuk membangun jati diri dan masa depan daerah,” tutup. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buka Ujian Sekolah, Ini Moment Pengabdian Terakhir Martinus Boma Jalankan Tugas Sebagai Pengawas Selama 24 Tahun 

6 Mei 2026 - 04:17 WIB

IMG 20260506 WA0080

Bupati Deiyai Dorong Penguatan SDM dari Kampung, Fokus pada PAUD dan Posyandu dalam Raker TP PKK

6 Mei 2026 - 04:10 WIB

IMG 20260506 WA0074

Dokumen Tidak Lengkap, Karantina Papua Tengah Musnahkan Satu Ekor Sapi di Timika 

5 Mei 2026 - 21:32 WIB

IMG 20260506 062854

Optimalkan Pelayanan, Mimika Baru Gelar Pemilihan RT dan Dorong Pemekaran 

5 Mei 2026 - 21:22 WIB

IMG 20260505 WA0009

Ketua KONI Mimika Dorong Pembinaan Pesepakbola Usia Dini

5 Mei 2026 - 13:37 WIB

64f38b97aced4d53b52bdc457c756296
Trending di Headline