Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes

adminbadge-check


					Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Perbesar

PANIAI – Gelombang dukungan untuk pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Moni terus mengalir dari akar rumput. Masyarakat Moni dan Mee Berdomisili Mimika Terdiri dari lima distrik yang tinggal di Mimika dengan tegas menyatakan dukungan mereka terhadap perluasan tersebut dan mengutuk demonstrasi yang direncanakan akan berlangsung di Nabire, Papua Tengah.

Pernyataan sikap ini muncul sebagai respons terhadap gerakan atas nama mahasiswa Paniai untuk menolak keberadaan Daerah Otonom Kabupaten Moni.

Para pemimpin komunitas, intelektual, dan pemuda dari daerah yang terdampak percaya bahwa perluasan adalah satu-satunya solusi untuk memutus rantai isolasi pembangunan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Seorang intelektual muda dari lima distrik, Felix Songgonau, menekankan bahwa perjuangan untuk mendirikan Kabupaten Moni dengan ibu kotanya di Delama murni merupakan aspirasi akar rumput.

Ia mengingatkan para mahasiswa untuk tidak melupakan kondisi nyata warga di distrik-distrik terpencil yang belum memiliki akses terhadap pembangunan.

“Perjuangan ini bukan untuk kepentingan elit atau tim-tim sukses saat ini, tetapi untuk masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita, agar mereka dapat memperoleh akses ke pendidikan dan layanan kesehatan yang layak,” kata Felix dalam pernyataan resminya di Mimika, Kamis (1 Mei 2026).

Felix Songgonau memperingatkan bahwa segala dampak yang timbul dari demonstrasi tersebut akan menjadi tanggung jawab penuh koordinator lapangan, mengingat aspirasi tersebut dianggap bertentangan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lima distrik tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam hal ini, Gubernur Papua Tengah, Bupati Paniai Yanpit Nawipa, dan Komite Khusus DPR yang telah menanggapi aspirasi ini.

Demikian pula, tokoh pemuda Michael Songgonau menyoroti ketidaksetaraan yang terus berlanjut sejak Kabupaten Paniai didirikan pada tahun 1999. Menurutnya, warga di lima kecamatan—Duma Dama, Dogomo, Bibida, Wegemuka, dan Pugobado—masih dibatasi oleh infrastruktur dan sumber daya ekonomi yang terbatas.

“Kami telah terisolasi terlalu lama. Daerah Otonom Moni menyediakan lapangan kerja bagi kami yang telah menganggur dan berfungsi sebagai pintu gerbang untuk pembangunan di luar pegunungan,” tegas Michael.

Kepala Suku Dumawea, Soni Kobogau, juga menyampaikan pernyataan serupa. Ia mendesak agar perbedaan pendapat mengenai daerah otonom baru tersebut tidak memicu konflik horizontal antara Suku Me dan Moni, yang telah hidup harmonis di Kabupaten Paniai. “Sebagai anggota masyarakat

“saya menekankan bahwa permintaan ini diajukan kepada pemerintah pusat untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk tujuan lain,” katanya.

Faksi pro-pemisahan telah meminta kelompok mahasiswa untuk mempertimbangkan kembali rencana demonstrasi mereka di Nabire. Pius Yatipai, seorang tokoh agama dari Moni yang tinggal di Mimika, juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Moni. Ia berharap semua pihak, termasuk masyarakat Moni dan Mee, akan sepenuhnya mendukungnya

Dengan terbentuknya Distrik Moni DOB dengan ibu kota Delama, warga dari lima distrik di Paniai di Mimika menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan untuk pembentukan Daerah Otonom Baru tersebut ( RG )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline