Menu

Mode Gelap
Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk

Headline

ABK Suriadi Akui Selamat Berkat Plastik Ikan Yang Dijadikan Pelampung 

Etty Welerbadge-check


					ABK Suriadi Akui Selamat Berkat Plastik Ikan Yang Dijadikan Pelampung  Perbesar

TIMIKA – Suriadi, salah satu ABK KM Putra Kwantan yang sempat terpisah dari 12 rekannya mengakui sebelum ditemukan oleh nelayan kapal ikan bernama KM Mustika Bahari, dirinya terus berjuang menyelamatkan diri dengan
menggunakan plastik untuk ikan sebagai pelampung.

“Saya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIT. Saat ditemukan oleh kapal ikan itu ketika saya lagi berenang,” Hal ini diceritakan pada saat press release di ruang Rapat Mako Lanal Timika pada Selasa (20/01/2026).

Ia juga mengakui bahwa dirinya kaget ketika melihat air sudah masuk saat kapal mau terbalik dan tenggelam.

“Saat itu saya langsung loncat ke air, karena malam dan sudah terpisah dengan yang lain makanya saya bertahan. Kemudian saya temukan plastik untuk ikan, dan saya jadikan sebagai pelampung,” akuinya.

Sementara itu Basyir selaku nahkoda kapal menceritakan bahwa kejadian itu bermula ketika keluar dari arah Timika hendak menuju ke arah barat. Karena merasa sudah tidak mampu, mengingat ombak cukup tinggi sekitar 2 meter, kemudian berusaha untuk balik namun dihantam ombak.

“Kejadian itu terjadi seusai mahgrib. Jadi ombak hantam dari belakang dan samping. Saat insiden itu kita semua secara spontan loncat ke laut. Disaat itu ada ABK saya ambil HP untuk hubungi rombongan lainnya namun tidak aktif, karena kita pakai starlink,”tuturnya.

Lanjutnya,”Karena tidak aktif saya hubungi istri temannya saya. Istrinya lalu hubungi suaminya dan barulah terpantau oleh KRI Banjarmasin,sehingga kami langsung diselamatkan,”sambungnya.

Ia juga mengakui bahwa sebelumnya sudah mengetahui adanya peringatan untuk tidak berlayar mengingat cuaca.

“Namanya kita sebagai nelayan kalau lihat teman lain masih operasi diarah barat dan aman-aman saja, sehingga menurut hati kecil saya mungkin bisa kesana tapi ternyata tidak bisa. Insiden ini baru pertama kali kami alami,” akuinya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mimika Susun Desain Olahraga Daerah, Fokus Pembinaan Atlet Sejak Dini

3 Mei 2026 - 14:55 WIB

IMG 20260503 WA0019

BPH IPMADO Sorong Lantik Pengurus Asrama, Kontrakan, dan Panitia Maba 2026

3 Mei 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260503 WA0018

Hari Kebebasan Pers 2026: Meutya Hafid Ingatkan Jurnalis Utamakan Akurasi di Tengah Banjir Informasi

3 Mei 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260503 WA0005

Hardiknas 2026, SD Inpres Koperapoka I Bagikan 970 Buku Tulis Kepada Siswa 

3 Mei 2026 - 14:25 WIB

20260502

9 Tahun Mogok Kerja, 8.300 Buruh Freeport Desak Presiden Segera Turun Tangan

3 Mei 2026 - 14:05 WIB

IMG 20260502 WA0003
Trending di Headline