Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

ABK Suriadi Akui Selamat Berkat Plastik Ikan Yang Dijadikan Pelampung 

Etty Welerbadge-check


					ABK Suriadi Akui Selamat Berkat Plastik Ikan Yang Dijadikan Pelampung  Perbesar

TIMIKA – Suriadi, salah satu ABK KM Putra Kwantan yang sempat terpisah dari 12 rekannya mengakui sebelum ditemukan oleh nelayan kapal ikan bernama KM Mustika Bahari, dirinya terus berjuang menyelamatkan diri dengan
menggunakan plastik untuk ikan sebagai pelampung.

“Saya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIT. Saat ditemukan oleh kapal ikan itu ketika saya lagi berenang,” Hal ini diceritakan pada saat press release di ruang Rapat Mako Lanal Timika pada Selasa (20/01/2026).

Ia juga mengakui bahwa dirinya kaget ketika melihat air sudah masuk saat kapal mau terbalik dan tenggelam.

“Saat itu saya langsung loncat ke air, karena malam dan sudah terpisah dengan yang lain makanya saya bertahan. Kemudian saya temukan plastik untuk ikan, dan saya jadikan sebagai pelampung,” akuinya.

Sementara itu Basyir selaku nahkoda kapal menceritakan bahwa kejadian itu bermula ketika keluar dari arah Timika hendak menuju ke arah barat. Karena merasa sudah tidak mampu, mengingat ombak cukup tinggi sekitar 2 meter, kemudian berusaha untuk balik namun dihantam ombak.

“Kejadian itu terjadi seusai mahgrib. Jadi ombak hantam dari belakang dan samping. Saat insiden itu kita semua secara spontan loncat ke laut. Disaat itu ada ABK saya ambil HP untuk hubungi rombongan lainnya namun tidak aktif, karena kita pakai starlink,”tuturnya.

Lanjutnya,”Karena tidak aktif saya hubungi istri temannya saya. Istrinya lalu hubungi suaminya dan barulah terpantau oleh KRI Banjarmasin,sehingga kami langsung diselamatkan,”sambungnya.

Ia juga mengakui bahwa sebelumnya sudah mengetahui adanya peringatan untuk tidak berlayar mengingat cuaca.

“Namanya kita sebagai nelayan kalau lihat teman lain masih operasi diarah barat dan aman-aman saja, sehingga menurut hati kecil saya mungkin bisa kesana tapi ternyata tidak bisa. Insiden ini baru pertama kali kami alami,” akuinya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Bimas Katolik Tinjau Pembangunan Asrama SMAKN Keerom, Tekankan Penguatan ASN dan Mutu Pendidikan

20 Juni 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260619 WA0046

Bupati Nabire Terbitkan Surat Edaran Pengawasan BBM Bersubsidi, Terapkan Sistem Plat Ganjil-Genap

20 Juni 2026 - 12:10 WIB

IMG 20260620 WA0002

Terima Pendampingan Data SDMK, Kadinkes Deiyai Apresiasi Dukungan Dinkes Papua Tengah

20 Juni 2026 - 12:05 WIB

IMG 20260620 WA0001

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan OAP, Gubernur: Siapkan Diri Jadi Aparatur Masa Depan Daerah

20 Juni 2026 - 12:00 WIB

IMG 20260620 WA0010

Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Merah Putih di Mimika, Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

20 Juni 2026 - 11:32 WIB

IMG 20260620 WA0015
Trending di Headline