TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika, Yohanis Michael Yanwarin melalui Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Rocky Patinama, mengatakan penyusunan DOD mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional.
“Target desain olahraga ini bersifat jangka panjang hingga tahun 2045. Semua daerah wajib menyusun dan melaksanakannya, termasuk Papua Tengah di tingkat provinsi. Kami di kabupaten menyesuaikan dengan kebijakan tersebut,” ujar Rocky.
Menurutnya, melalui DOD akan dirumuskan berbagai program pembinaan berdasarkan potensi olahraga daerah. Cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang akan diidentifikasi dan ditetapkan sebagai prioritas pengembangan.
“Ke depan akan ditentukan cabang olahraga unggulan daerah. Jadi program tidak lagi dibuat secara sporadis, tetapi mengacu pada dokumen yang memiliki peta jalan jelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, DOD akan memuat roadmap pengembangan olahraga dalam jangka waktu lima tahunan, sehingga setiap program memiliki target yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam penyusunannya, Pemkab Mimika akan melibatkan berbagai pihak, seperti akademisi dan organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan, Bupati Mimika direncanakan menjadi ketua tim penyusunan.
Saat ini, Dispora Mimika masih berada pada tahap pengumpulan data awal. Selanjutnya, data tersebut akan dikonsultasikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelum pembentukan tim lintas instansi secara resmi.
“Tim ini berbasis instansi, bukan perorangan. Jadi meskipun terjadi pergantian pejabat, program tetap berjalan karena yang tertuang dalam SK adalah nama instansi,” katanya.
Rocky juga mengungkapkan bahwa proses identifikasi potensi atlet ke depan akan menggunakan pendekatan ilmiah dan berbasis teknologi, mulai dari analisis postur tubuh, kemampuan fisik, hingga aspek kognitif.
Tim khusus nantinya akan turun langsung ke kampung-kampung untuk menjaring bakat sejak usia dini dan mengarahkan mereka ke cabang olahraga yang sesuai.
“Selama ini pembinaan masih bersifat umum dan belum berbasis data. Ke depan, kita fokus pada identifikasi sejak dini, terutama bagi anak-anak asli daerah seperti Amungme dan Kamoro, agar potensi mereka dapat dikembangkan secara maksimal,” tutupnya. (Etty)









