PANIAI – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Papua Tengah, Pigai, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Paniai pada Senin (23/03/2025). Dalam pertemuan dengan masyarakat setempat, Pigai mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di Papua Tengah menghadapi tantangan besar yang dapat menghambat potensi ekonomi lokal.
Sebanyak 12 destinasi wisata unggulan yang ada di Papua Tengah terancam tutup akibat buruknya infrastruktur, penurunan jumlah wisatawan asing hingga 40% pasca-pandemi, serta kesulitan homestay lokal dalam mendapatkan sertifikasi. Pigai menilai bahwa potensi wisata di daerah tersebut masih sangat besar, namun membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dan sektor swasta.
“Danau Paniai yang indah itu bisa menjadi ‘Raja Ampat’-nya Papua Tengah jika dikelola dengan baik. Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi infrastruktur dan fasilitas pendukungnya perlu diperbaiki,” ujar Pigai saat reses di Paniai.
Pigai menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata yang sempat terpukul akibat pandemi. Beberapa usulan yang diajukan antara lain perbaikan infrastruktur sebagai prioritas, sertifikasi pemandu wisata lokal, dan penyelenggaraan festival budaya tahunan yang dapat menarik wisatawan nasional bahkan internasional.
Reses ini juga menjadi kesempatan bagi Pigai untuk memastikan kebijakan yang diambil di tingkat nasional benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah. Dalam pertemuan dengan berbagai komunitas, Pigai menerima banyak keluhan mengenai kondisi ekonomi yang belum membaik, akses layanan publik yang terbatas, hingga perlindungan sosial yang jauh dari harapan. Masyarakat di beberapa distrik juga mengeluhkan sulitnya mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.











