Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Serap Aspirasi Warga Kampung Wami: Minta Damri, Ambulans, dan Alat Pertanian

Etty Welerbadge-check


					Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Serap Aspirasi Warga Kampung Wami: Minta Damri, Ambulans, dan Alat Pertanian Perbesar

NABIRE — Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, menyerap sejumlah aspirasi warga Kampung Wami, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, saat melaksanakan reses kedua tahun 2025, Kamis (7/8/2025).

Hal itu disampaikan oleh mantan Rektor universitas satya wiyata mandala Nabre pada Kamis, (7/8) malam dibalik seluler.

Dalam kunjungan itu, ia bertemu langsung dengan tokoh masyarakat, kepala kampung, Kapospol, dan Babinsa setempat.
Suripatty menyampaikan bahwa masyarakat Kampung Wami mayoritas berprofesi sebagai petani.

Mereka terdiri dari warga asli Papua dan warga transmigran dari luar daerah yang hidup berdampingan secara harmonis. Namun demikian, masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala mendasar.

Minta Rute Damri dan Ambulans

Salah satu keluhan utama warga adalah belum tersedianya layanan angkutan umum seperti Damri yang menjangkau kampung mereka. Akibatnya, banyak hasil kebun yang rusak karena terlambat dibawa ke pasar di kota.

“Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membuka rute bus Damri yang bisa angkut orang dan hasil kebun,” jelas Suripatty.

Selain itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya ambulans. Meskipun sudah terdapat puskesmas pembantu, pelayanan kesehatan dinilai belum maksimal, terutama saat warga membutuhkan rujukan ke rumah sakit di kota.

Lahan Tidur Belum Dikelola

Warga Kampung Wami memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun sebagian besar masih merupakan lahan tidur. Total ada sekitar 365 hektare lahan yang belum tergarap secara maksimal. Suripatty menyebut, anak-anak muda setempat mulai beralih menjadi petani setelah sebelumnya bekerja sebagai penarik kayu di hutan.

“Mereka butuh alat pertanian seperti traktor mini agar lahan bisa digarap dan digunakan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Kritik ke Perusahaan Sawit

Dalam pertemuan itu, warga juga menyampaikan kekecewaan terhadap perusahaan kelapa sawit PT. Nabi Raya Baru yang dinilai kurang peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satunya terkait penggunaan lahan pekuburan tanpa koordinasi yang baik dengan kampung.

“Warga meminta perusahaan lebih peduli, jangan seenaknya gunakan pekuburan warga tanpa komunikasi,” ungkapnya.
Warga juga berharap perusahaan berkontribusi terhadap pembangunan kampung sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Keluhan lain yang muncul adalah terkait kondisi perumahan warga, terutama kelompok rentan seperti janda dan duda. Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah-rumah sederhana yang layak huni.
“Banyak warga transmigran tinggal di rumah yang belum pernah mendapat bantuan perumahan dari pemerintah,” tambah Suripatty.

Potensi Kemandirian Pangan
Menurut Suripatty, Kampung Wami memiliki potensi besar untuk mendukung program nasional kemandirian pangan, sejalan dengan visi Presiden RI melalui program Astacita.

Ia mendorong agar pemerintah provinsi, kabupaten, hingga TNI melalui batalion ketahanan pangan dapat melihat potensi ini secara serius.

“Petani di Wami siap bekerja, tinggal dukungan alat dan perhatian dari pemerintah saja. Lahan mereka luas dan hasil pertaniannya menjanjikan,” tandasnya.

Suripatty menegaskan bahwa semua aspirasi ini akan ia teruskan kepada pemerintah daerah agar mendapat tindak lanjut.

Reses ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Dapil Nabire. Setelah Kampung Wami, ia berencana melanjutkan reses ke Distrik Nabire, Moora, Nabire Barat, hingga Wapoga hingga 17 Agustus 2025 mendatang. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline