MIMIKA – Anggota DPD/MPR RI Nomor B-144 Daerah Pemilihan Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, melaksanakan kegiatan reses masa sidang IV Tahun Sidang 2024–2025, yang berlangsung sejak 23 Mei hingga 23 Juni 2025. Dalam agenda temu rakyat kali ini, Wilhelmus melakukan kunjungan di tiga kabupaten: Mimika, Nabire, dan Dogiyai.
Reses tersebut menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus membangun ruang diskusi terbuka dengan warga. Salah satu isu utama yang mencuat dalam pertemuan itu adalah persoalan kesehatan anak dan remaja, khususnya terkait maraknya konsumsi minuman manis kemasan.
“Minuman bersoda, jus kemasan, dan minuman manis lainnya memang tampak ringan, tapi bahaya jangka panjangnya luar biasa. Banyak anak-anak dan remaja kita sekarang mulai kecanduan. Ini alarm bagi kita semua. Kalau dibiarkan, angka diabetes bisa meningkat drastis,” ujar Wilhelmus yang juga merupakan anggota Komite III DPD RI, yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan RI.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Nabire, Mus Pigai (sapaan akrabnya) juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Tengah. Ia meminta Gubernur Papua Tengah agar lebih aktif dalam mendorong pemerintah pusat segera merealisasikan proyek tersebut.
“Saya sudah serahkan proposal lengkap serta blueprint pembangunan RSUD Papua Tengah kepada Wamenkes, Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono, saat Rapat Kerja dengan Kementerian Kesehatan. Kami, empat senator Papua Tengah, solid mendukung ini. RSUD ini nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah tengah Papua,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya keadilan dalam distribusi layanan kesehatan, termasuk kepesertaan BPJS bagi seluruh warga tanpa diskriminasi.
Tak hanya sektor kesehatan, isu pendidikan juga menjadi perhatian serius. Wilhelmus mengapresiasi kebijakan pendidikan gratis di Mimika yang sudah berjalan sejak 2024. Ia menyebut program Beasiswa Kuliah Kabupaten Mimika 2025 sebagai langkah maju yang perlu dikawal bersama.
“Saya ingin anak-anak dari Papua Tengah bisa bersaing. Mereka harus bisa lanjut kuliah, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Termasuk ikut seleksi beasiswa LPDP tahap II yang akan dibuka Juni–Juli 2025 ini. Saya akan bantu kawal,” ungkap Mus dengan semangat.
Dalam kunjungannya di Mimika, Mus Pigai juga membagikan Mushaf Al-Qur’an kepada warga Muslim, sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan keagamaan umat. Bantuan tersebut merupakan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimas Islam, Kementerian Agama RI.
“Papua Tengah ini milik semua umat. Tugas kami di pusat adalah memastikan program-program dukungan untuk rumah ibadah dan buku-buku religi bisa menjangkau hingga pelosok. Baik untuk masjid, gereja, mushola, dan lainnya,” ujarnya.
Menanggapi isu keamanan yang tengah hangat, Pigai juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Papua Tengah harus damai. Jangan sampai masyarakat sipil terus jadi korban. Semua pihak harus menahan diri dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tutupnya






