TIMIKA – Awal Tahun 2025, sebanyak 7 unit bangunan tempat usaha di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Lapangan Jayanti hangus terbakar, Kamis (9/1/2025) sekitar pukul 10.30 WIT. Kerugian material dalam musibah ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, namun beruntun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Kobaran api begitu cepat menghanguskan 7 banguan beserta isinya, lantaran bangunan tersebut berbahan kayu dan jenis usahanya berpotensi rawan. 7 unit tempat usaha yang dilahap sijago merah di bulan pertama 2025 ini yaitu, usaha Loundry, bengkel motor, bengkel mobil, kios sembako, penjual bensin enceran, POM Mini, toko sepatu, dan warung makan.
Kepala BPBD Mimika, Septinus Marandof mengaku mendapat informasi kebakaran dari warga sekitar pukul 10.30 WIT, karena lokasi kebakaran tidak jauh, sehingga dengan respon cepat petugas bersama armada langsung menuju lokasi kebakaran.
“Kita sempat mengalami kendala pada mobil suplai air dan saat mau masuk ke lokasi kebakaran. Karena banyak masyarakat berada disekitar lokasi sehingga akses armada masuk agak sulit. Karena itu kami minta bantuan pihak Polisi,” ungkapnya.
Lanjutnya, BPBD Mimika menurunkan 6 unit armada damkar berkapasitas 10.000 liter 2 unit, 8.000 ada dua unit, 5.000 liter dua unit dan 3.000 liter, bersama 30 lebih personil.
“Kami mendapat laporan dari warga itu langsung bergerak dan kerahkan 6 unit mobil Damkar. Tiba di lokasi langsung bergerak memadamkan api, akhirnya api berhasil kita padamkan sekitar pukul 12.00 WIT lebih,” sambung Marandof.
Lanjut Marandof menambahkan, kebakaran yang terjadi hari ini adalah kejadian kedua diawal tahun 2025. Kedepan BPBD Mimika akan banyak lakukan sosialisasi kepada pemilik-pemilik usaha agar menyiapkan APAR di tempat-tempat usaha, yang tujuanya menjadi bantuan pertama saat kebakaran terjadi.
Akibat dari peristiwa kebakaran itu arus lalu lintas sempat terhenti sementara mengingat petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan api agar tidak menyebar lebih luas.
“Terimakasih kepada seluruh personil Damkar yang berhasil padamkan api, terimakasih kepada TNI-Polri yang membantu akses dan kelancaran proses pemadaman api, terimakasih kepada pihak PLN, dan kepada masyarakat. Kepada korban kebakaran, semoga tetap sehat dan kuat menghadapi musibah ini,” ungkap Septinus Marandof yang baru saja menjabat sebagai Kepala BPBD Kabupaten Mimika.
Wakapolsek Mimika Baru, AKP I Made Kumpul menyampaikan bahwa penyebab kebakaran itu diduga akibat arus pendek listrik.
“Berdasarkan keterangan istrinya pak Yusuf selaku pemilik bengkel mobil bahwa ada percikan api dari bengkel motor yang saat itu belum dibuka. Api diduga dari arus pendek listrik,” ujarnya.
AKP I Made Kumpul menyebutkan bahwa ada 7 unit bangunan yang terbakar diantaranya 2 unit bengkel, 2 rumah makan, 1 toko sepatu, 1 laundry dan 1 unit toko kecil.
“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta,” sebutnya.
Sementara menurut Dian, salah satu pemilik petakan yang juga ludes dilahap api mengaku kaget dan tidak mengetahui awal mula kejadian tersebut.
“Saya sewa petakan untuk dijadikan warung makan, sementara bapak menempati bengkel disamping warung, tetapi pada saat kejadian bapak saya sedang berada di warung makanya kita tidak tahu sumber apinya dari mana, tiba-tiba saja api sudah membesar,” ungkapnya.
Kemudian Yusuf mengatakan sempat melihat api sudah membesar dan berusaha untuk padamkan api tersebut namun tidak berhasil.
“Saya berusaha padam api, tapi saya tidak mampu. Jadi, semua barang di bengkel habis terbakar,” katanya. (IT)






