Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Ribuan Warga Papua Tengah Kembali ke Rumah setelah Masa Mengungsi Akibat Gangguan OPM

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

PANIAI – Sejumlah ribuan penduduk dari empat distrik di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, akhirnya pulang ke rumah masing-masing setelah mengungsi karena situasi tegang yang disebabkan oleh kegiatan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Letnan Kolonel Infanteri Candra Kurniawan menyampaikan bahwa sebelumnya penduduk dari Distrik Bibida, Distrik Paniai Timur, Distrik Dogomo, dan Distrik Duma-Dama telah mengungsi di gereja. Mereka kini kembali ke rumah masing-masing pada hari Selasa (25/6/2024) dengan didampingi pengawalan dari TNI-Polri.

“Pengungsi yang sebelumnya mengungsi di Gereja Katolik Paroki Salib Suci Madi, yang dipimpin oleh Kepala Distrik Bibida Yoris Songgonau, telah kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan dari aparat keamanan TNI-Polri,” ujar Candra seperti dilansir dari CNN Indonesia, pada Jumat (28/6/2024).

Candra menjelaskan bahwa pemulangan penduduk tersebut dilakukan menggunakan 14 unit kendaraan roda empat milik Kodim 1703/Deiyai, Polres Paniai, dan kendaraan dari masyarakat.

“Masyarakat merasa aman sehingga mereka sendiri yang meminta untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing,” tambahnya.

Selain itu, penduduk juga mengajukan permintaan untuk membangun Polsek, Koramil, dan Kantor Distrik di daerah tersebut.

“Pemulangan penduduk pengungsi dari 4 distrik dan 13 kampung, terdiri dari 1.035 laki-laki dan 848 perempuan, total 1.883 orang,” jelas Candra.

Sebelumnya, di Kabupaten Paniai, terjadi insiden di mana seorang anggota TNI bernama Danis Murib tewas ditembak oleh aparat keamanan. Panglima Komando Gabungan Wilayah (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Richard Tampubolon, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam konteks operasi pengejaran terhadap OPM setelah mereka menyerang warga sipil di Paniai.

“Dalam operasi itu, aparat berhasil merebut wilayah Distrik Bibida yang sebelumnya dikuasai oleh OPM pada Jumat (14/6),” kata Richard beberapa waktu lalu.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline