Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

DPR Papua Tengah Bentuk Pansus Kemanusiaan, Yohanes Kemong: Kami Akan Turun Langsung ke Lapangan

Etty Welerbadge-check


					DPR Papua Tengah Bentuk Pansus Kemanusiaan, Yohanes Kemong: Kami Akan Turun Langsung ke Lapangan Perbesar

NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) resmi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penetapan Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama DPR Papua Tengah pada Selasa (19/8/2025).

Dalam rapat tersebut, Yohanes Kemong ditetapkan sebagai Ketua Pansus Kemanusiaan. Ia menegaskan, pansus ini dibentuk sebagai langkah strategis untuk menindaklanjuti berbagai persoalan kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat Papua Tengah.

“Tugas kami adalah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Apakah isu-isu yang beredar di media benar adanya, apakah memang terjadi pengungsian atau tidak. Hal-hal ini sangat penting bagi kami untuk pastikan sesuai fakta,” ujar Kemong.

Ia menambahkan, DPR Papua Tengah memandang perlu adanya Pansus agar persoalan kemanusiaan bisa ditangani dengan serius dan berdasarkan kondisi nyata.

“DPR Provinsi Papua Tengah sangat penting membentuk Pansus. Kami ingin melihat langsung di lokasi, memastikan apa yang benar-benar terjadi di masyarakat. Setelah itu, barulah kami bisa menyampaikan dengan jelas dan tidak lagi saling menuduh,” jelasnya.

Kemong menegaskan, kerja Pansus akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, gereja, hingga media, agar proses pengawasan dan penyelesaian persoalan kemanusiaan lebih transparan.

“Semua pihak perlu dilibatkan, supaya informasi yang disampaikan akurat. Tidak ada lagi saling serang atau baku tuduh, tapi benar-benar berdasarkan fakta,” tegasnya.

Terkait rencana kerja, Kemong memastikan Pansus Kemanusiaan akan mulai bergerak dalam bulan Agustus ini.

“Kami akan rapat lebih dulu untuk menyiapkan kebutuhan, lalu langsung start. Masa kerja Pansus ini diberikan waktu 120 hari atau empat bulan. Kami akan melakukan penelusuran di delapan kabupaten di Papua Tengah, termasuk Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, dan Mimika,” terangnya.

Hasil kerja Pansus nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan DPR Papua Tengah untuk kemudian dibahas lebih lanjut dalam paripurna.

Dengan terbentuknya Pansus Kemanusiaan, DPR Papua Tengah berharap isu-isu pengungsian, pendidikan, hingga pelanggaran kemanusiaan lainnya dapat ditemukan jalan keluar yang konkret demi kepentingan masyarakat luas. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline