Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

DPR Papua Tengah Bentuk Pansus Kemanusiaan, Yohanes Kemong: Kami Akan Turun Langsung ke Lapangan

Etty Welerbadge-check


					DPR Papua Tengah Bentuk Pansus Kemanusiaan, Yohanes Kemong: Kami Akan Turun Langsung ke Lapangan Perbesar

NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) resmi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penetapan Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama DPR Papua Tengah pada Selasa (19/8/2025).

Dalam rapat tersebut, Yohanes Kemong ditetapkan sebagai Ketua Pansus Kemanusiaan. Ia menegaskan, pansus ini dibentuk sebagai langkah strategis untuk menindaklanjuti berbagai persoalan kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat Papua Tengah.

“Tugas kami adalah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Apakah isu-isu yang beredar di media benar adanya, apakah memang terjadi pengungsian atau tidak. Hal-hal ini sangat penting bagi kami untuk pastikan sesuai fakta,” ujar Kemong.

Ia menambahkan, DPR Papua Tengah memandang perlu adanya Pansus agar persoalan kemanusiaan bisa ditangani dengan serius dan berdasarkan kondisi nyata.

“DPR Provinsi Papua Tengah sangat penting membentuk Pansus. Kami ingin melihat langsung di lokasi, memastikan apa yang benar-benar terjadi di masyarakat. Setelah itu, barulah kami bisa menyampaikan dengan jelas dan tidak lagi saling menuduh,” jelasnya.

Kemong menegaskan, kerja Pansus akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, gereja, hingga media, agar proses pengawasan dan penyelesaian persoalan kemanusiaan lebih transparan.

“Semua pihak perlu dilibatkan, supaya informasi yang disampaikan akurat. Tidak ada lagi saling serang atau baku tuduh, tapi benar-benar berdasarkan fakta,” tegasnya.

Terkait rencana kerja, Kemong memastikan Pansus Kemanusiaan akan mulai bergerak dalam bulan Agustus ini.

“Kami akan rapat lebih dulu untuk menyiapkan kebutuhan, lalu langsung start. Masa kerja Pansus ini diberikan waktu 120 hari atau empat bulan. Kami akan melakukan penelusuran di delapan kabupaten di Papua Tengah, termasuk Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, dan Mimika,” terangnya.

Hasil kerja Pansus nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan DPR Papua Tengah untuk kemudian dibahas lebih lanjut dalam paripurna.

Dengan terbentuknya Pansus Kemanusiaan, DPR Papua Tengah berharap isu-isu pengungsian, pendidikan, hingga pelanggaran kemanusiaan lainnya dapat ditemukan jalan keluar yang konkret demi kepentingan masyarakat luas. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline