Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Reses di Nabire, Anggota Komite III DPD RI Papua Tengah Wilhelmus Pigai Serahkan Kitab Suci dan Serap Aspirasi Masyarakat

Etty Welerbadge-check


					Reses di Nabire, Anggota Komite III DPD RI Papua Tengah Wilhelmus Pigai Serahkan Kitab Suci dan Serap Aspirasi Masyarakat Perbesar

NABIRE — Anggota dewan perwakilan daerah republik Indonesia DPD RI perwakilan Papua Tengah dari Komite III, Wilhelmus Pigai, melakukan kunjungan kerja reses di dua titik di Kabupaten Nabire, yakni di Majelis Taklim Jalan PDAM Merdeka dan Gereja KINGMI Jemaat Totamana, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan kitab suci kepada masyarakat, berupa Al-Qur’an untuk umat Muslim dan Alkitab untuk umat Kristiani.

Usai penyerahan kita Suci, Wilhelmus Pigai menyampaikan bahwa reses ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi rakyat dan memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.

“Saya datang ke sini bukan hanya untuk menyerahkan Al-Qur’an dan Alkitab, tapi untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kita harus bangkit, jangan mudah terpengaruh hal negatif. Harus bersama pemerintah, meskipun kadang kita berbeda pendapat, itu tetap pimpinan kita,” ungkapnya.

Wilhelmus juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan membaca kitab suci sebagai cara mendekatkan diri kepada Tuhan. “Jangan kita lupakan Tuhan. Kita harus baca Alkitab, Al-Qur’an supaya tahu pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Ini penting,” katanya

Tak hanya itu, ia juga menyinggung masalah keamanan yang marak terjadi belakangan ini, terutama kasus pemegalan. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, dan masyarakat diminta tidak main hakim sendiri.

“Pemegalan bukan hanya terjadi di Nabire, tapi juga di Timika. Saya minta kepolisian di Nabire bertindak tegas. Kalau ada kejadian, jangan main hakim sendiri, laporkan ke aparat,” ujarnya tegas.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Paniai turut menyampaikan aspirasi soal pembentukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Tengah yang hingga kini belum terbentuk.

Meski verifikasi dan dokumen pendukung telah diserahkan, pihaknya berharap DPD RI wilayah Papua tengah dapat membantu mendorong realisasi pembentukan kanwil tersebut dalam rapat-rapat kerja bersama Kemenag RI. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasca pencabutan IUP Kristalin, Alfred Anouw Minta Hak Masyarakat Adat Tidak Diabaikan

24 Oktober 2026 - 07:57 WIB

IMG 20261024 WA0077

Bawaslu Mimika Bahas Dampak Putusan MK Jelang Pemilu 2029

24 Oktober 2026 - 07:54 WIB

IMG 20261024 WA0050

Ungkap Pabrik Miras Ilegal, Wakapolres Mimika Ajak Warga Berani Melapor

24 Oktober 2026 - 07:48 WIB

IMG 20261023 WA0034

Polres Mimika Siagakan 60 Personel Amankan Kegiatan IFRC 2026 di Timika

24 Oktober 2026 - 07:44 WIB

IMG 20261024 WA0048

IUP Kristalin Dicabut, Priskila Misiro Soroti Hak Ulayat dan Nasib Masyarakat Adat

24 Oktober 2026 - 07:41 WIB

IMG 20261024 WA0047
Trending di Headline