MIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Papua Tengah, Pigai, kembali menyoroti persoalan mendesak dalam kunjungan kerja resesnya di Jl. Baru, Mimika. Kali ini, ia menemukan fakta memilukan bahwa hak-hak penyandang disabilitas di Papua Tengah masih jauh dari kata terpenuhi.
Dari 1.256 sekolah yang ada di Papua Tengah, hanya 7 sekolah yang memiliki akses bagi penyandang disabilitas. Ironisnya, kuota 2% Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk penyandang disabilitas hingga kini belum terpenuhi. Lebih menyedihkan lagi, Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas yang telah dirancang selama dua tahun masih belum juga disahkan.
“Seorang ibu di Mimika harus menggendong anaknya yang menggunakan kursi roda ke lantai tiga sekolah setiap hari karena tidak ada lift,” ungkap Pigai dengan mata berkaca-kaca saat reses pada Kamis, (27/03/2025).
Dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat, Pigai mendengar langsung keluhan mengenai diskriminasi di dunia kerja, sulitnya akses pendidikan yang layak, serta minimnya fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa keterbatasan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Sebagai solusi, Pigai mengusulkan alokasi khusus dalam APBD untuk program disabilitas, rekrutmen massal guru pendamping khusus, serta pendataan ulang penyandang disabilitas di Papua Tengah agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil.
Reses ini menjadi momentum bagi Pigai untuk memastikan bahwa kebijakan nasional selaras dengan kondisi di daerah. Selain persoalan disabilitas, ia juga menerima banyak keluhan tentang sulitnya akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan. Pigai menegaskan bahwa perjuangan terhadap hak-hak penyandang disabilitas tak boleh berhenti pada regulasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap kondisi ini. Hak penyandang disabilitas adalah hak asasi manusia yang harus diperjuangkan bersama,” tegas Pigai.











