Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

reses

Wilhelmus Pigai : Modus Baru Perdagangan Orang, Ratusan Korban Terjebak

adminbadge-check


					Wilhelmus Pigai :  Modus Baru Perdagangan Orang, Ratusan Korban Terjebak Perbesar

MIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Papua Tengah, Pigai, menggelar kunjungan kerja dalam rangka reses dengan masyarakat pekerja migran di Jl. Yos Sudarso, Timika. Dalam pertemuan tersebut, Pigai mengungkap modus baru perdagangan orang yang semakin marak terjadi di Indonesia.

Dalam tiga tahun terakhir, tercatat 127 kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dengan total kerugian materi mencapai Rp3,8 miliar. Salah satu modus terbaru yang terungkap adalah penyalahgunaan lembaga keagamaan sebagai kedok perekrutan pekerja migran ilegal.

“Ada seorang korban asal Agimuga yang dikirim ke Malaysia dengan janji bekerja di perkebunan, tetapi malah dipaksa bekerja di tambang ilegal selama dua tahun tanpa gaji,” ungkap Pigai dalam reses dengan masyarakat. Rabu, (26-03-2025).

Dalam pertemuan dengan keluarga korban, Pigai mendengar langsung cerita memilukan tentang bagaimana para pekerja migran sering kali dijanjikan kehidupan lebih baik, tetapi justru diperlakukan secara tidak manusiawi di negara tujuan. Beberapa di antaranya bahkan kehilangan kontak dengan keluarga selama bertahun-tahun.

Menanggapi permasalahan ini, Pigai merekomendasikan beberapa langkah konkret, di antaranya pembentukan posko anti-PMI ilegal di lima distrik rawan, kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi untuk penindakan hukum, serta pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Reses ini merupakan bagian dari upaya Pigai untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil di tingkat nasional benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah. Dalam pertemuan dengan berbagai komunitas, Pigai juga menerima banyak keluhan mengenai kondisi ekonomi, layanan publik, serta perlindungan sosial yang masih jauh dari harapan. Masyarakat di berbagai distrik yang dikunjungi mengeluhkan sulitnya akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Serap Aspirasi Warga Kampung Wami: Minta Damri, Ambulans, dan Alat Pertanian

7 Agustus 2025 - 14:52 WIB

Img 20250807 wa0126

Reses Arjuna Sakir di Nabire, Serap Aspirasi dan Tegaskan Komitmen Legislasi

18 Juni 2025 - 06:33 WIB

Img 20250618 wa0088

Wilhelmus Pigai Serap Aspirasi Warga Tiga Kabupaten Papua Tengah, Soroti Masalah Kesehatan Anak hingga RSUD Provinsi

14 Juni 2025 - 08:27 WIB

Img 20250614 wa0186

Wilhelmus Pigai Temukan Isu Perlindungan Anak yang Terabaikan di Papua Tengah, Desak Tindakan Segera

28 Maret 2025 - 08:31 WIB

Whatsapp Image 2025 04 16 At 00.32.12 (3)

Pigai Temukan Ketimpangan Akses Hak Disabilitas di Papua Tengah, Desak Perhatian Serius dari Pemerintah

27 Maret 2025 - 08:27 WIB

Whatsapp Image 2025 04 16 At 00.32.13 (1)
Trending di reses