NABIRE — Sebanyak 56 siswa kelas XII SMK Kesehatan Anigou Nabire mulai menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) sebagai bagian dari proses pembelajaran dan persiapan memasuki dunia kerja.
Kegiatan serah terima dan orientasi peserta Prakerin dilaksanakan di Aula Poliklinik Lantai 2 BLUD RSUD Nabire, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara SMK Kesehatan Anigou Nabire dengan BLUD RSUD Nabire.
Kepala SMK Kesehatan Swasta Anigou Nabire, Yosafat Nawipa, mengatakan peserta Prakerin kelas XII terdiri dari beberapa jurusan yang akan ditempatkan sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing.
“Jumlahnya 56 siswa. Untuk kelas XII, ada jurusan Kebidanan, Farmasi dan Keperawatan Medis yang akan praktik di RSUD Nabire,” ujar Yosafat saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, peserta dari tiga jurusan tersebut akan menjalani praktik selama 90 hari di lingkungan RSUD Nabire. Selama berada di rumah sakit, para siswa akan mengikuti aturan, jadwal, serta arahan dari tenaga kesehatan dan pembimbing yang ditunjuk pihak rumah sakit.
Sementara itu, siswa dari jurusan Keperawatan Sosial akan menjalani praktik di instansi yang sesuai dengan bidang keahliannya, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.
“Untuk Keperawatan Sosial, mereka akan ditempatkan di dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Menurut Yosafat, penempatan tersebut dilakukan agar siswa mendapatkan pengalaman praktik yang sesuai dengan kompetensi masing-masing. Dengan demikian, Prakerin tidak hanya menjadi kegiatan formal sekolah, tetapi benar-benar menjadi sarana bagi siswa untuk memahami dunia kerja secara langsung.
Belajar Langsung dari Lingkungan Kerja
Yosafat mengatakan, pelaksanaan Prakerin menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pembelajaran di sekolah.
Untuk jurusan Kebidanan, siswa diharapkan memperoleh pengalaman dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sementara siswa Farmasi dapat memperdalam pemahaman mengenai pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat, sedangkan Keperawatan Medis memperoleh pengalaman dalam pelayanan dan penanganan pasien.
“Harapan kami selama praktik, anak-anak memahami tentang kesehatan, bagaimana menangani pasien, menangani ibu dan anak, serta memahami pelayanan farmasi sesuai bidang masing-masing,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh siswa agar menjaga etika, disiplin, fasilitas tempat praktik serta kerahasiaan informasi pasien selama berada di lingkungan rumah sakit maupun instansi pemerintah.
“Anak-anak harus menjaga peralatan dan juga memegang rahasia pasien. Itu bagian dari tanggung jawab mereka selama berada di tempat praktik,” tegasnya.
Kerja Sama dengan RSUD Nabire
Yosafat menambahkan, kerja sama antara SMK Kesehatan Anigou Nabire dan RSUD Nabire telah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kerja sama tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan praktik bagi peserta didik.
Ia menilai kemitraan antara sekolah dan fasilitas kesehatan penting untuk memberikan ruang pembelajaran yang lebih nyata kepada siswa.
“Praktik ini harus saling menguntungkan. Anak-anak mendapatkan pengalaman, sementara kita juga harus menjaga aturan dan fasilitas yang ada di tempat praktik,” ujarnya.
Pihak sekolah, kata dia, tetap akan melakukan monitoring terhadap siswa selama pelaksanaan Prakerin. Namun, pembinaan teknis harian di lingkungan rumah sakit akan berada di bawah tanggung jawab pembimbing dari pihak rumah sakit.
“Dari sekolah tetap ada monitoring. Bisa dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu untuk melihat perkembangan mereka. Tetapi selama berada di rumah sakit, mereka mengikuti arahan dokter, perawat, kepala ruangan atau pembimbing yang ditunjuk,” jelasnya.
Menjadi Fondasi Sebelum Melanjutkan Pendidikan
Yosafat berharap pengalaman Prakerin dapat menjadi bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Kesehatan Anigou Nabire.
Menurutnya, lulusan SMK tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki dasar yang kuat apabila ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“SMK ini menjadi fondasi. Kalau mereka mau melanjutkan kuliah, dasar pendidikannya sudah ada sesuai profesi yang mereka tekuni,” katanya.
Ia berharap para siswa nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat dan mengembangkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan maupun praktik.
“Harapan kami mereka kembali ke masyarakat, membantu pemerintah dan membantu masyarakat sesuai dengan keahlian yang mereka miliki,” pungkas Yosafat. (MB)






