TIMIKA – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga pelosok Distrik Amar, Kabupaten Mimika. Selama sepekan, warga dari enam kampung berkumpul, bertanding, sekaligus merayakan kemerdekaan melalui berbagai perlombaan yang sarat dengan kebersamaan.

Enam kampung yang ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut yakni Kampung Amar, Kawar, Manuare, Ipiri, Paripi, dan Yaraya. Kegiatan berlangsung sejak 3 hingga 10 Agustus 2026 dan dipusatkan di wilayah Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kepala Distrik Amar, Obet Murmana, mengatakan seluruh rangkaian perlombaan sejauh ini berjalan aman dan lancar. Antusiasme masyarakat dari setiap kampung juga menjadi salah satu kekuatan utama sehingga kegiatan dapat berlangsung tanpa gangguan berarti.
“Lomba ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menang dan kalah, tetapi bagaimana masyarakat dari enam kampung bisa berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” kata Obet kepada Piyosnews, Senin (10/8/2026).
Beragam cabang olahraga dan seni dipertandingkan untuk melibatkan masyarakat dari berbagai usia. Di antaranya voli putra dan putri, tari seka, lari marathon serta lomba dayung.

Untuk cabang voli, masing-masing kampung mengirimkan empat regu, terdiri dari dua regu putra dan dua regu putri. Sementara untuk lomba tari seka, setiap kampung mengirimkan dua regu.

Semangat kemerdekaan juga ditanamkan kepada generasi muda melalui lomba lari marathon yang dikhususkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP, baik putra maupun putri.
Tercatat sebanyak 10 pelajar SD putra, 10 pelajar SD putri, 10 pelajar SMP putra dan 12 pelajar SMP putri ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Sementara itu, lomba dayung menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan masyarakat. Setiap kampung mengirimkan satu regu yang terdiri dari 12 orang, dengan jarak tempuh perlombaan sejauh 200 meter.

Obet mengatakan, dari seluruh cabang yang dipertandingkan, cabang voli telah memasuki babak semifinal dan dijadwalkan berlanjut ke final. Sementara lomba lari marathon, tari seka dan dayung juga menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat antarkampung.
Menariknya, pelaksanaan lomba tidak seluruhnya mengikuti momentum puncak HUT RI pada 17 Agustus. Pemerintah Distrik Amar sengaja mengatur jadwal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dari distrik tetangga yang menggunakan jalur tersebut.
“Kita tidak melaksanakan semua lomba tepat pada 17 Agustus karena pada tanggal 14 dan 15 Agustus masyarakat dari distrik tetangga akan melewati jalur ini untuk menuju distrik masing-masing. Jadi kita mundurkan beberapa kegiatan supaya akses mereka tidak terganggu,” jelas Obet.
Namun, suasana akan kembali dipusatkan untuk masyarakat Amar pada 17 Agustus 2026. Pada siang hari, jalur tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk pelaksanaan lomba dayung.
Bagi masyarakat Amar, lomba dayung bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan kemenangan. Di atas air, kekuatan, kekompakan dan semangat satu regu menjadi gambaran bagaimana masyarakat dari enam kampung menjaga kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan.
Obet berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kita ingin masyarakat menikmati perayaan kemerdekaan ini dengan aman, tertib dan penuh sukacita,” pungkasnya. (Etty)







