Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Semarakkan HUT RI ke-81, Dukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal dan Isbat 

Etty Welerbadge-check


					Semarakkan HUT RI ke-81, Dukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal dan Isbat  Perbesar

TIMIKA – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 tahun 2026,Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bersiap menggelar program nikah massal dan isbat nikah terpadu.

Agenda tahunan yang dinanti-nanti masyarakat ini dipastikan akan dilaksanakan serentak pada 4 Agustus mendatang.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa kepastian tanggal tersebut disepakati setelah pihak panitia menggelar rapat koordinasi bersama lintas sektor.

Rapat tersebut melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Mimika, KUA Mimika Baru, Mimika Timur, Kuala Kencana, Pengadilan Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGG-M), serta para tokoh agama Hindu dan Buddha.

“Kami sama-sama mendiskusikan persiapan untuk kegiatan nikah massal dan isbat ini dalam rangka menyemarakkan HUT RI. Insyaallah akan dilakukan nanti di tanggal 4 Agustus. Target kita 100 orang (pasangan),” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Slamet menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas tahunan semata. Baginya, ada urgensi kemanusiaan dan hukum yang besar di balik program ini agar status pernikahan masyarakat Mimika diakui secara sah oleh negara.

Melalui program terpadu ini, pasangan yang ikut serta akan langsung membawa pulang dokumen kependudukan yang lengkap dan valid.

“Ini penting. Jadi bukan hanya setiap tahun, tetapi buktinya setiap kali kita buka, terus banyak yang daftar. Artinya masyarakat memang perlu. Kalau tidak dilakukan, berarti kita membiarkan orang yang harusnya mau nikah jadi tidak nikah, kan kita ikut salah, ikut berdosa. Jadi kita formalkan, resmikan, pencatatan nikah sahnya secara agama dan juga sah secara pemerintah,” jelas Slamet.

Meskipun antusiasme warga yang bertanya sudah sangat tinggi, Slamet meminta masyarakat untuk sedikit bersabar menanti tahapan pendaftaran dibuka.

Pihak Dukcapil direncanakan akan merilis brosur (flyer) resmi beserta persyaratan lengkapnya pada minggu depan agar masyarakat bisa mulai mempersiapkan berkas administrasi mereka secara akurat. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungi Timika, Kepala Basarnas Cek Kesiapan Kantor SAR Hadapi Potensi Kedaruratan

31 Oktober 2026 - 13:11 WIB

20261030

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

31 Oktober 2026 - 12:21 WIB

IMG 20261031 WA0018

Papua Tengah Usulkan Ambulans Darat, Kemenkes Respons dengan Rencana Helikopter Medis

31 Oktober 2026 - 12:16 WIB

IMG 20261031 WA0017

Kementerian Kesehatan Respons Usulan Rehabilitasi 54 Puskesmas di Papua Tengah

31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

IMG 20261031 WA0016

Papua Tengah Siapkan Lahan 20 Hektare, Rumah Sakit Besar Ditargetkan Dibangun 2027

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

IMG 20261031 WA0015
Trending di Headline