Menu

Mode Gelap
HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

Headline

Program Family Farming DKP Mimika Sasar Keluarga OAP di Mawokau Jaya

Etty Welerbadge-check


					Program Family Farming DKP Mimika Sasar Keluarga OAP di Mawokau Jaya Perbesar

TIMIKA – Bersumber dari dana Otsus, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika kembali mensosialisasikan Program Family Farming sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Mimika.

Program Family Farming tahun ini akan dilaksanakan di Kampung Mawokau Jaya, Karang Senang, SP3, Kampung Damai, Kampung Matoa, Wonosari Jaya, Sempan, Timika Indah, Kampung Poumako, dan Kampung Wania.

Sosialisasi program kali ini dilaksanakan di Kantor Kampung Mawokau Jaya, Distrik Wania, Rabu (10/6/2026) yang diikuti delapan keluarga Orang Asli Papua (OAP).

Melalui program Family Farming, pemerintah menyediakan berbagai bantuan berupa bibit tanaman pangan bergizi dan bibit ikan yang dapat dibudidayakan oleh masyarakat di pekarangan rumah masing-masing.

Bantuan yang diberikan meliputi bibit kelor, katuk, cabai, berbagai tanaman hortikultura, serta bibit ikan lele.

Adapun program yang telah berjalan sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dengan menyasar 10 kampung yang memiliki anak-anak terdampak stunting.

Kepala Bidang Ketersediaan, Kerawanan, dan Stok Pangan DKP Mimika, Beti Iriani, menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan program telah disiapkan pemerintah, mulai dari bibit, media tanam hingga sarana pendukung lainnya. Masyarakat hanya diminta menyediakan lahan pekarangan sebagai lokasi budidaya.

“Semua bantuan kami siapkan agar masyarakat bisa langsung memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam dan membudidayakan pangan bergizi. Tujuan kami adalah meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” kata Beti saat diwawancarai.

Menurut Beti, hasil budidaya yang diperoleh keluarga penerima manfaat tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Produk hasil panen nantinya dapat dipasarkan melalui Kios Tani yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Mimika.

Sementara itu, Kepala Kampung Mawokau Jaya, Edyson Rafra, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Program Family Farming sangat sejalan dengan upaya pemerintah kampung dalam menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Di Kampung Mawokau Jaya sendiri terdapat delapan keluarga OAP yang akan menerima bantuan melalui program ini. Mereka merupakan keluarga yang memiliki anak terdampak stunting berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi pemerintah.

“Pemerintah kita selalu mengalokasikan anggaran melalui dana desa untuk mendukung berbagai program penanganan stunting. Selain edukasi dan pendampingan keluarga, bantuan di sektor peternakan dan perikanan juga telah diberikan secara berkelanjutan,” ujar Edysonemerintah Rafa.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data pemerintah Kampung Mawokau Jaya, angka stunting mengalami penurunan signifikan. Pada 2020 tercatat sebanyak 221 anak mengalami stunting, namun pada 2025 jumlahnya berhasil ditekan hingga tersisa sekitar tiga hingga lima anak.

Meski demikian, pemerintah kampung tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi munculnya kasus baru, khususnya pada keluarga muda yang belum aktif mengikuti edukasi kesehatan dan gizi.

“Kami berharap Program Family Farming ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga penerima manfaat. Penanganan stunting memang membutuhkan keseriusan dan kerja bersama,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut HUT RI ke-81, Panitia Bersama Warga Mimika Barat Tengah Pasang Umbul-Umbul dan Bagikan Bendera Merah Putih

27 Juli 2026 - 06:24 WIB

IMG 20260727 WA0013

Warga Mimika Barat Tengah Soroti Pemadaman Listrik Sebulan, Minta PLN Segera Bertindak

27 Juli 2026 - 06:11 WIB

20250607

Dinkes Mimika Dorong Kesadaran Masyarakat Patuhi Aturan Kawasan Tanpa Rokok

25 Juli 2026 - 21:37 WIB

IMG 20260725 WA0004

MSG Kembali Dorong Dewan HAM PBB Tindaklanjuti Seruan Kunjungan ke Papua

25 Juli 2026 - 21:31 WIB

IMG 20260725 WA0008

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Curanmor di Timika, Motor Korban Berhasil Diamankan

25 Juli 2026 - 21:28 WIB

IMG 20260725 WA0007
Trending di Headline