DOGIYAI – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Yudas Tebai dan Wakil Bupati Yuliten Anouw, Kabupaten Dogiyai menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur yang signifikan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah memfokuskan program pada penataan pusat pemerintahan serta peningkatan konektivitas antarwilayah.
Dalam 12 bulan pertama, sejumlah capaian pembangunan fisik berhasil direalisasikan, khususnya pada sektor pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Dogiyai melakukan pembangunan dan renovasi berbagai gedung perkantoran strategis guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Beberapa fasilitas yang telah dibangun antara lain Gedung Kantor Keuangan Daerah untuk mendukung tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel, Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Kantor Dinas Kesehatan. Selain itu, pemerintah daerah juga membangun guest house rumah dinas sebagai fasilitas penunjang bagi tamu daerah.
Pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan sarana kerja yang layak bagi aparatur sipil negara, yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Tidak hanya fokus pada perkantoran, kepemimpinan Yudas–Yuliten juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Program pembangunan dan perbaikan jalan terus dilakukan untuk membuka akses antar distrik dan kampung yang sebelumnya terisolir. Pembangunan drainase (got) juga dilaksanakan untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, pembangunan jembatan menjadi solusi penting dalam memperlancar mobilitas warga serta distribusi logistik. Pemerintah daerah juga membangun asrama dan pemukiman guna menyediakan hunian layak bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat kurang mampu.
Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas pembangunan ke sektor keagamaan, kebudayaan, dan bidang strategis lainnya sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Capaian dalam satu tahun pertama ini menjadi indikator awal kerja nyata pasangan Yudas Tebai dan Yuliten Anouw, dengan fokus pada penguatan pelayanan publik dan konektivitas ekonomi daerah.
Dukungan terhadap kinerja tersebut juga datang dari kalangan pengusaha Papua, Osea Petege. Dalam keterangan tertulis yang dibagikan melalui salah satu grup WhatsApp warga Dogiyai, ia menilai keberhasilan seorang pemimpin harus diukur dari hasil kerja nyata di lapangan, bukan sekadar kemampuan berpidato.
“Orang yang berjiwa pembangunan akan nampak dari pekerjaan nyata. Itu adalah buah dari apa yang ia pikirkan, bukan sekadar pintar berbicara tetapi nihil bukti,” tulisnya.
Menurutnya, pemimpin yang layak dibanggakan adalah mereka yang hadir di tengah masyarakat dan mampu menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
“Bukan yang pandai bicara yang harus dibanggakan, tetapi yang melakukan pembangunan nyata di tengah rakyat. Dialah yang layak dihargai karena meninggalkan kenangan indah bagi generasi melalui hasil pekerjaannya,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Bupati Yudas Tebai sebagai putra daerah Dogiyai yang dinilai telah menunjukkan bukti kerja di lapangan.
“Sebagai anak negeri Dogiyai, kami bangga. Harapan ke depan, beliau bisa memimpin dua periode karena sudah ada bukti nyata,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan adanya dukungan masyarakat terhadap arah pembangunan Kabupaten Dogiyai yang terus menunjukkan progres, dengan semangat menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera dalam visi “Dogiyai Dou Enaa.” (MB)








