Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Disperindag Kabupaten Mimika Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik

Etty Welerbadge-check


					Disperindag Kabupaten Mimika Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik Perbesar

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, agen minyak tanah, SPBU, serta agen elpiji untuk membahas isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji yang beredar di masyarakat.

Rapat yang berlangsung pada Rabu (1/04/2026) di ruang rapat Disperindag Mimika ini dipimpin langsung oleh Kepala Disperindag Mimika, drh Sabelina Fitriani, MSi, didampingi Sekretaris Disperindag Yan Libert Manggara, Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Lamberth Nunaki, serta Kabid Sarana dan Prasarana Perdagangan Mathius Way.

IMG 20260401 WA0075

Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani menyatakan bahwa stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, masih dalam kondisi aman. Stok masih tersedia sepuluh hingga 13 hari ke depan. Minyak tanah saat ini memiliki stok 753 KL dengan ketahanan 10 hari.

“Per tanggal hari ini, minyak tanah sudah masuk. Jadi stok masih 12 hari ke depan, sudah ada kapal masuk,” ujar Sabelina.

Selain BBM, ketersediaan elpiji juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua minggu ke depan. Namun, Disperindag mencatat adanya kelangkaan di beberapa toko yang diduga disebabkan oleh kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian dan penimbunan. Ia pun mengimbau masyarakat supaya tidak panik.

Untuk BBM subsidi, stok Pertalite tercatat sebanyak 1.534 kiloliter (KL) dengan ketahanan hingga 13 hari ke depan, serta tambahan pasokan sekitar 700 KL yang dijadwalkan tiba pada 2 April 2026. Sementara itu, Biosolar tersedia 1.800 KL dengan ketahanan sekitar 6 hari, dan akan mendapat tambahan 1.000 KL pada tanggal yang sama.

Sementara BBM non-subsidi, Pertamax tersedia 150 KL dengan ketahanan 6 hari dan akan mendapat tambahan 200 KL. Dexlite tercatat 100 KL dengan ketahanan hingga 8 hari, meskipun belum ada informasi terkait pasokan tambahan. Sementara Avtur tersedia 753 KL dengan tambahan 1.500 KL yang akan segera sandar, dengan ketahanan sekitar 5 hari.

“Setelah rapat ini, kita mengetahui bahwa ketersedian BBM subsidi maupun non subsidi masih cukup,” terangnya.

Disperindag Mimika akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM dan elpiji, memantau distributor elpiji, pengawasan di SPBU guna menghindari penimbunan serta memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. (cR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Otsus Papua Dipulihkan, Fokus pada Kualitas Belanja dan Target Pembangunan

30 April 2026 - 16:33 WIB

IMG 20260430 WA0045

Disdukcapil Mimika Perkuat Layanan Adminduk Lewat Koordinasi Lintas Sektor

30 April 2026 - 16:24 WIB

IMG 20260430 WA0032

Latihan Dasar SAR Timika bagi PPPK Resmi Dibuka, Peserta Digembleng Hingga 11 Mei

30 April 2026 - 15:13 WIB

IMG 20260430 WA0065

Inflasi Papua Tengah Berkarakter Khusus, Gubernur Siapkan Strategi Jangka Pendek dan Panjang

30 April 2026 - 15:06 WIB

IMG 20260430 WA0224

Silwanus Sumule: Otsus Tanpa MRP Kehilangan Ruh Pembangunan

30 April 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260430 WA0244
Trending di Headline