Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Disperindag Kabupaten Mimika Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik

Etty Welerbadge-check


					Disperindag Kabupaten Mimika Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik Perbesar

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, agen minyak tanah, SPBU, serta agen elpiji untuk membahas isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji yang beredar di masyarakat.

Rapat yang berlangsung pada Rabu (1/04/2026) di ruang rapat Disperindag Mimika ini dipimpin langsung oleh Kepala Disperindag Mimika, drh Sabelina Fitriani, MSi, didampingi Sekretaris Disperindag Yan Libert Manggara, Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Lamberth Nunaki, serta Kabid Sarana dan Prasarana Perdagangan Mathius Way.

IMG 20260401 WA0075

Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani menyatakan bahwa stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, masih dalam kondisi aman. Stok masih tersedia sepuluh hingga 13 hari ke depan. Minyak tanah saat ini memiliki stok 753 KL dengan ketahanan 10 hari.

“Per tanggal hari ini, minyak tanah sudah masuk. Jadi stok masih 12 hari ke depan, sudah ada kapal masuk,” ujar Sabelina.

Selain BBM, ketersediaan elpiji juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua minggu ke depan. Namun, Disperindag mencatat adanya kelangkaan di beberapa toko yang diduga disebabkan oleh kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian dan penimbunan. Ia pun mengimbau masyarakat supaya tidak panik.

Untuk BBM subsidi, stok Pertalite tercatat sebanyak 1.534 kiloliter (KL) dengan ketahanan hingga 13 hari ke depan, serta tambahan pasokan sekitar 700 KL yang dijadwalkan tiba pada 2 April 2026. Sementara itu, Biosolar tersedia 1.800 KL dengan ketahanan sekitar 6 hari, dan akan mendapat tambahan 1.000 KL pada tanggal yang sama.

Sementara BBM non-subsidi, Pertamax tersedia 150 KL dengan ketahanan 6 hari dan akan mendapat tambahan 200 KL. Dexlite tercatat 100 KL dengan ketahanan hingga 8 hari, meskipun belum ada informasi terkait pasokan tambahan. Sementara Avtur tersedia 753 KL dengan tambahan 1.500 KL yang akan segera sandar, dengan ketahanan sekitar 5 hari.

“Setelah rapat ini, kita mengetahui bahwa ketersedian BBM subsidi maupun non subsidi masih cukup,” terangnya.

Disperindag Mimika akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM dan elpiji, memantau distributor elpiji, pengawasan di SPBU guna menghindari penimbunan serta memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. (cR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi

26 Agustus 2026 - 13:30 WIB

IMG 20260826 WA0058

Anak Masih Berkeliaran hingga Larut Malam Jadi Perhatian, DP3AP2KB Dorong Penanganan Lintas Sektor

26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260826 WA0044

Bupati Johannes Rettob Siap Lantik Koordinator KONI Distrik, Perkuat Pembinaan Olahraga hingga Kampung

26 Agustus 2026 - 13:15 WIB

20260826

Profiling ASN Kabupaten Mimika 2026 Dimulai, Bupati Tekankan Pentingnya Pemetaan Kompetensi

26 Agustus 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260826 214306

Mimika for NTT, Saat Kepedulian Disatukan dalam Konser Amal dan 1.000 Lilin

26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

IMG 20260826 WA0043
Trending di Headline