Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi

Etty Welerbadge-check


					Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi Perbesar

NABIRE – Sebuah pemandangan berbeda terlihat dalam kegiatan program MABUK atau Mari Baca Buku yang digelar Rumah Inspirasi Kebadabi bersama anak-anak Kompleks Akom Remaja Jalan Baru (Rejabar), Mapiduba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (26/8/2026).

Di tengah anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua yang mengikuti kegiatan literasi tersebut, sosok Daniel Tauwai turut hadir dan memilih duduk membaca buku.

Founder Rumah Inspirasi Kebadabi, Mecky Tebai, mengatakan kehadiran Daniel menjadi pengalaman yang menyentuh sekaligus memberikan pelajaran penting tentang arti membaca.

IMG 20260826 WA0059

Menurut Mecky, Daniel sebelumnya sudah beberapa kali datang ketika kegiatan MABUK berlangsung. Namun, biasanya ia hanya duduk sebentar, melihat aktivitas peserta, kemudian berjalan meninggalkan lokasi.

Namun, pada Rabu (26/8/2026), terjadi hal berbeda. Daniel mengambil sebuah buku, duduk dan membacanya dengan tekun selama hampir satu jam.

“Puji Tuhan, hari ini Pace Daniel Tauwai pegang buku. Dia baca hampir selama satu jam. Dia duduk, dia baca,” ujar Mecky dalam rekaman WhatsApp.

Bahkan, setelah membaca, Daniel sempat memberikan tanggapan mengenai buku yang dibacanya.

“Dia bilang, ‘Wah, ini buku-buku bagus. Ini harus baca,’” kata Mecky menirukan ucapan Daniel.

Bagi Mecky, momen tersebut bukan sekadar aktivitas membaca biasa. Apa yang dilakukan Daniel justru menjadi refleksi bagi dirinya sendiri dan generasi muda yang masih memiliki kesempatan untuk belajar.

Ia mempertanyakan bagaimana seseorang yang selama ini dikenal masyarakat mengalami gangguan mental tetap mampu meluangkan waktu untuk duduk dan membaca buku, sementara banyak anak muda yang sehat justru lebih sering menghabiskan waktu dengan telepon genggam dan media sosial.

“Kenapa kita yang masih sadar, masih bisa berpikir dan bergerak banyak itu malas baca buku? Sedangkan Daniel bisa baca buku,” ungkapnya.

Mecky menilai pengalaman tersebut menjadi pesan sederhana bahwa membaca tidak mengenal batas usia maupun kondisi seseorang. Menurutnya, siapa pun dapat memulai kebiasaan membaca apabila diberikan ruang, kesempatan dan lingkungan yang mendukung.

IMG 20260826 WA0061

Program MABUK sendiri telah berjalan sekitar satu bulan dan mulai menjadi rutinitas di Rumah Inspirasi Kebadabi. Berdasarkan kesepakatan bersama, kegiatan dilaksanakan setiap Senin, Rabu dan Jumat.

“Kebiasaan ini sudah kita bentuk selama satu bulan. Harinya dalam satu minggu melalui kesepakatan bersama, yaitu Senin, Rabu dan Jumat,” jelas Mecky.

Ia menegaskan kegiatan tersebut tetap berjalan meskipun jumlah peserta yang hadir tidak selalu sama.

“Sekalipun ada orang banyak, sedikit, tetap kita jalan,” katanya.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti anak-anak dan remaja. Sejumlah orang tua juga mulai datang dan bergabung membaca. Anak-anak PAUD, TK, SD, pemuda hingga remaja turut memanfaatkan ruang literasi tersebut.

Rumah Inspirasi Kebadabi sendiri sebelumnya telah diarahkan sebagai ruang belajar, pusat literasi dan wadah pembinaan karakter bagi anak-anak, remaja hingga orang tua di lingkungan Mapiduba.

Gerakan MABUK yang digagas Mecky juga menjadi bagian dari upaya mengubah stigma negatif terhadap lingkungan Jalan Baru Mapiduba melalui kegiatan positif berbasis literasi. Sebelumnya, gerakan tersebut telah dikenal sebagai upaya mengajak anak-anak dan pemuda mengalihkan kebiasaan negatif menjadi kebiasaan membaca.

Mecky berharap pengalaman Daniel dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Nabire agar tidak hanya menghabiskan waktu dengan aktivitas di media sosial.

“Semoga kita tidak lagi menjadi generasi yang cuma pesimis akan masa depan, generasi yang cuma tahu scroll TikTok, Facebook dan sebagainya, tetapi juga tunduk pada buku dan belajar,” ujarnya.

Menurut Mecky, kebiasaan membaca harus terus ditanamkan karena buku dapat membuka wawasan, membangun pola pikir dan membantu generasi muda melihat masa depan dengan lebih optimistis.

Kehadiran Daniel pada kegiatan MABUK, kata Mecky, akhirnya memberikan sebuah pesan sederhana namun kuat: jika ada kemauan untuk membuka buku, maka selalu ada kesempatan untuk belajar.

Dari sebuah ruang sederhana di Kompleks Mapiduba, kebiasaan membaca perlahan dibangun. Dan pada Rabu itu, Daniel Tauwai menunjukkan bahwa satu jam bersama buku pun dapat menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Pengawasan Penyaluran Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

9 September 2026 - 06:35 WIB

IMG 20260909 WA0032

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002

Polres Mimika Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Kapolres Tekankan Etika dan Dedikasi

9 September 2026 - 01:21 WIB

IMG 20260908 WA0045
Trending di Headline