Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Nabire, Soroti Darurat Militerisme dan Krisis Kemanusiaan di Papua

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Nabire, Soroti Darurat Militerisme dan Krisis Kemanusiaan di Papua Perbesar

NABIRE — Ratusan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Papua yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) menggelar aksi damai bertajuk “Papua Darurat Militerisme, Investasi, dan Krisis Kemanusiaan”, di halaman Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Kalibobo, Nabire, pada Senin (10/11/2025).

Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak nasional yang dilakukan oleh berbagai organisasi mahasiswa di Papua, termasuk FIM-WP pusat di Jayapura serta sejumlah cabang seperti KPK Sentani, KPK Nabire, KPK Timika, dan KPK Manokwari.

Koordinator lapangan aksi, Yulianus Zanambani, menyatakan bahwa demonstrasi ini menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Papua sejak 1961 hingga 2025, terutama terkait peningkatan operasi militer, perampasan lahan, serta eksploitasi sumber daya alam yang dinilai merugikan masyarakat adat.

“Dengan tema darurat militer, investasi, dan krisis kemanusiaan, kami menuntut agar pemerintah dan lembaga terkait menghentikan segala bentuk kekerasan serta praktik eksploitasi yang merugikan masyarakat adat,” ujar Yulianus Zanambani.

Ia juga menegaskan bahwa operasi militer di sejumlah wilayah telah berdampak luas terhadap masyarakat sipil, termasuk munculnya korban jiwa dan pengungsian.

“Kami menuntut agar lembaga terkait segera menindaklanjuti laporan pembunuhan, pembantaian, dan pengungsian warga yang masih terjadi,” tambahnya.

Zanambani menyebut, pihaknya akan terus mengawasi respon MRP Papua Tengah atas aspirasi mereka. Ia juga mengingatkan, jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, massa akan mempertimbangkan langkah lanjutan termasuk tuntutan ekstrem untuk membubarkan MRP Papua Tengah.

Dalam aksi tersebut, peserta membawa sejumlah tuntutan, di antaranya:

1. Penghentian kekerasan militer di wilayah adat Papua.

2. Penghentian eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat lokal.

3. Pemeriksaan dan penanganan serius terhadap kasus pengungsian serta pelanggaran HAM.

4. Desakan agar MRP Papua Tengah menjalankan fungsi pengawasan dan advokasi bagi masyarakat adat secara efektif.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua I MRP Papua Tengah, Paulina Marey, menyatakan bahwa MRP sebagai lembaga kultur terbuka terhadap setiap aspirasi masyarakat.

“Kami menerima semua aspirasi masyarakat dan akan membahasnya bersama untuk diklarifikasi. Hasilnya akan kami teruskan ke gubernur, karena keputusan akhir bukan di tangan MRP, melainkan pemerintah daerah,” jelasnya.

Paulina menegaskan bahwa MRP Papua Tengah tidak akan diam dan akan mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat diteruskan ke pemerintah pusat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa MRP dibentuk sebagai lembaga kultur hasil dari aspirasi masyarakat Papua untuk mengawal pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus). Namun, ia mengakui bahwa implementasi Otsus belum sepenuhnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Sebagai manusia, kita belum melihat hasil Otsus secara maksimal. Tahun ini bahkan dananya sudah sangat kecil, sehingga belum cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Papua,” tutup Paulina Marey. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serapan APBD Papua Tengah Baru 33,37 Persen, Gubernur Meki Nawipa Minta OPD Percepat Realisasi

13 Agustus 2026 - 08:23 WIB

IMG 20260813 WA0083

Rektor USWIM Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Akademik yang Mandiri dan Berdampak

13 Agustus 2026 - 08:17 WIB

IMG 20260813 WA0076

Polisi dan Masyarakat Bersatu, Kapolsek Illu Bangun Kamtibmas lewat Pendekatan Humanis

13 Agustus 2026 - 04:54 WIB

IMG 20260813 WA0070

Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika

13 Agustus 2026 - 04:49 WIB

IMG 20260813 WA0065

Semarak HUT Ke-81 RI, Lanal Timika Gelar Beragam Perlombaan Meriah

13 Agustus 2026 - 04:44 WIB

IMG 20260813 WA0050
Trending di Headline