Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika

Etty Welerbadge-check


					Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika Perbesar

TIMIKA – Puluhan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Pomako mendatangi Kantor DPRK Mimika, Kamis (13/8/2026). Mereka menggelar aksi damai untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama terkait pembayaran upah dan kesejahteraan pekerja.

Dalam aksi tersebut, para TKBM meminta DPRK Mimika memanggil Badan Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Pomako untuk mengikuti rapat dengar pendapat (RDP). Mereka berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk membahas sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dikeluhkan para pekerja.

IMG 20260813 WA0061

Salah satu pengawas TKBM, Herman Piwir, mengungkapkan bahwa pekerja kerap mengalami kondisi yang dinilai tidak layak dalam proses pembayaran upah.

Menurutnya, para pekerja bahkan harus menunggu hingga larut malam di pinggir jalan hanya untuk menerima hak mereka.

“Bahkan menunggu sampai subuh tidak makan, tidak dibayar. Padahal bendahara sudah menerima uang dari ekspedisi,” ujar Herman.

Keluhan tersebut menjadi salah satu alasan para pekerja memilih menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPRK Mimika. Mereka menilai persoalan pembayaran upah perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut hak dan keberlangsungan hidup para pekerja.

Selain masalah upah, para TKBM juga membawa sekitar 20 tuntutan lainnya. Mereka meminta pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi pekerja TKBM yang disebut seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Tuntutan tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi, penyediaan rumah layak huni, pembenahan fasilitas pelabuhan, pembangunan pos keamanan, hingga pemeriksaan terhadap bendahara dan pengurus TKBM Pelabuhan Pomako.

Para pekerja menegaskan bahwa TKBM memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran aktivitas bongkar muat sekaligus roda perekonomian di Kabupaten Mimika. Karena itu, mereka berharap persoalan yang terjadi tidak dibiarkan berlarut-larut.

IMG 20260813 WA0064

Melalui RDP bersama DPRK Mimika dan pihak-pihak terkait, para TKBM berharap seluruh tuntutan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi konkret, terutama menyangkut pembayaran upah, kesejahteraan pekerja, serta tata kelola TKBM Pelabuhan Pomako. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Baru Potowaiburu, Buka Akses dan Pacu Ekonomi Pesisir

25 Oktober 2026 - 14:25 WIB

IMG 20261025 232521

IPMANAPANDODE Bekali 45 Anggota Baru Lewat Seminar dan Orientasi 

25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

IMG 20261025 WA0022

Rencana Pencurian Berujung Kekerasan Seksual, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261025 WA0018
Trending di Hukrim