Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika

Etty Welerbadge-check


					Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika Perbesar

TIMIKA – Puluhan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Pomako mendatangi Kantor DPRK Mimika, Kamis (13/8/2026). Mereka menggelar aksi damai untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama terkait pembayaran upah dan kesejahteraan pekerja.

Dalam aksi tersebut, para TKBM meminta DPRK Mimika memanggil Badan Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Pomako untuk mengikuti rapat dengar pendapat (RDP). Mereka berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk membahas sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dikeluhkan para pekerja.

IMG 20260813 WA0061

Salah satu pengawas TKBM, Herman Piwir, mengungkapkan bahwa pekerja kerap mengalami kondisi yang dinilai tidak layak dalam proses pembayaran upah.

Menurutnya, para pekerja bahkan harus menunggu hingga larut malam di pinggir jalan hanya untuk menerima hak mereka.

“Bahkan menunggu sampai subuh tidak makan, tidak dibayar. Padahal bendahara sudah menerima uang dari ekspedisi,” ujar Herman.

Keluhan tersebut menjadi salah satu alasan para pekerja memilih menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPRK Mimika. Mereka menilai persoalan pembayaran upah perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut hak dan keberlangsungan hidup para pekerja.

Selain masalah upah, para TKBM juga membawa sekitar 20 tuntutan lainnya. Mereka meminta pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi pekerja TKBM yang disebut seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Tuntutan tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi, penyediaan rumah layak huni, pembenahan fasilitas pelabuhan, pembangunan pos keamanan, hingga pemeriksaan terhadap bendahara dan pengurus TKBM Pelabuhan Pomako.

Para pekerja menegaskan bahwa TKBM memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran aktivitas bongkar muat sekaligus roda perekonomian di Kabupaten Mimika. Karena itu, mereka berharap persoalan yang terjadi tidak dibiarkan berlarut-larut.

IMG 20260813 WA0064

Melalui RDP bersama DPRK Mimika dan pihak-pihak terkait, para TKBM berharap seluruh tuntutan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi konkret, terutama menyangkut pembayaran upah, kesejahteraan pekerja, serta tata kelola TKBM Pelabuhan Pomako. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serapan APBD Papua Tengah Baru 33,37 Persen, Gubernur Meki Nawipa Minta OPD Percepat Realisasi

13 Agustus 2026 - 08:23 WIB

IMG 20260813 WA0083

Rektor USWIM Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Akademik yang Mandiri dan Berdampak

13 Agustus 2026 - 08:17 WIB

IMG 20260813 WA0076

Polisi dan Masyarakat Bersatu, Kapolsek Illu Bangun Kamtibmas lewat Pendekatan Humanis

13 Agustus 2026 - 04:54 WIB

IMG 20260813 WA0070

Semarak HUT Ke-81 RI, Lanal Timika Gelar Beragam Perlombaan Meriah

13 Agustus 2026 - 04:44 WIB

IMG 20260813 WA0050

Gertak 2026 Jadi Pintu Awal USWIM Wujudkan Kampus Unggul dan Rujukan di Papua

13 Agustus 2026 - 04:37 WIB

IMG 20260813 WA0029
Trending di Headline