Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika

Etty Welerbadge-check


					Puluhan TKBM Pelabuhan Pomako Adukan Persoalan Upah dan Kesejahteraan ke DPRK Mimika Perbesar

TIMIKA – Puluhan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Pomako mendatangi Kantor DPRK Mimika, Kamis (13/8/2026). Mereka menggelar aksi damai untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama terkait pembayaran upah dan kesejahteraan pekerja.

Dalam aksi tersebut, para TKBM meminta DPRK Mimika memanggil Badan Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Pomako untuk mengikuti rapat dengar pendapat (RDP). Mereka berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk membahas sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dikeluhkan para pekerja.

IMG 20260813 WA0061

Salah satu pengawas TKBM, Herman Piwir, mengungkapkan bahwa pekerja kerap mengalami kondisi yang dinilai tidak layak dalam proses pembayaran upah.

Menurutnya, para pekerja bahkan harus menunggu hingga larut malam di pinggir jalan hanya untuk menerima hak mereka.

“Bahkan menunggu sampai subuh tidak makan, tidak dibayar. Padahal bendahara sudah menerima uang dari ekspedisi,” ujar Herman.

Keluhan tersebut menjadi salah satu alasan para pekerja memilih menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPRK Mimika. Mereka menilai persoalan pembayaran upah perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut hak dan keberlangsungan hidup para pekerja.

Selain masalah upah, para TKBM juga membawa sekitar 20 tuntutan lainnya. Mereka meminta pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi pekerja TKBM yang disebut seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Tuntutan tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi, penyediaan rumah layak huni, pembenahan fasilitas pelabuhan, pembangunan pos keamanan, hingga pemeriksaan terhadap bendahara dan pengurus TKBM Pelabuhan Pomako.

Para pekerja menegaskan bahwa TKBM memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran aktivitas bongkar muat sekaligus roda perekonomian di Kabupaten Mimika. Karena itu, mereka berharap persoalan yang terjadi tidak dibiarkan berlarut-larut.

IMG 20260813 WA0064

Melalui RDP bersama DPRK Mimika dan pihak-pihak terkait, para TKBM berharap seluruh tuntutan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi konkret, terutama menyangkut pembayaran upah, kesejahteraan pekerja, serta tata kelola TKBM Pelabuhan Pomako. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Pengawasan Penyaluran Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

9 September 2026 - 06:35 WIB

IMG 20260909 WA0032

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002

Polres Mimika Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Kapolres Tekankan Etika dan Dedikasi

9 September 2026 - 01:21 WIB

IMG 20260908 WA0045
Trending di Headline