PANIAI – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali melakukan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS kepada ratusan siswa-siswi SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali, Distrik Fajar Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (6/11/2026).
Ratusan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai HIV-AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya membangun kepedulian terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Sekretaris KPA Kabupaten Paniai, Agustinus Muyapa, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa edukasi HIV-AIDS di lingkungan sekolah merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda.
Menurut Agustinus, pengetahuan mengenai HIV-AIDS perlu diberikan sejak dini agar para pelajar dapat memahami persoalan kesehatan tersebut secara benar.
“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa dapat memperoleh pengetahuan yang baik tentang HIV-AIDS. Generasi muda harus memahami bagaimana cara pencegahan, menjaga kesehatan diri, serta menjadi bagian dari upaya penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Paniai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali, Aser Pekei, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah memberikan edukasi kesehatan kepada peserta didiknya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa karena memberikan pengetahuan tambahan yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan kesehatan generasi muda.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah datang memberikan sosialisasi kepada anak-anak didik kami. Materi ini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang benar tentang HIV-AIDS dan mampu menjaga diri serta kesehatan mereka,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, pemateri sosialisasi, Kosmas Kudubun, S.Tr.Kes., memberikan edukasi mengenai pengertian HIV dan AIDS, perbedaan HIV dan AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan.
Dalam penyampaian materinya, Kosmas juga mengingatkan para siswa agar tidak memberikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.
“HIV tidak menular melalui pergaulan sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, duduk bersama, belajar dalam satu ruangan, maupun beraktivitas bersama. Karena itu, kita harus memiliki pengetahuan yang benar dan tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap sesama,” jelasnya.
Ia berharap para siswa dapat menjadi generasi muda yang memiliki pemahaman kesehatan, mampu menyebarkan informasi yang benar, serta ikut membangun lingkungan masyarakat yang peduli terhadap pencegahan HIV-AIDS.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen KPA Kabupaten Paniai untuk memperluas edukasi pencegahan HIV-AIDS melalui lingkungan pendidikan, gereja, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KPA Paniai berharap kesadaran generasi muda semakin meningkat sehingga upaya pencegahan HIV-AIDS dapat dilakukan secara bersama-sama di Kabupaten Paniai. (Cr1)







