Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

Etty Welerbadge-check


					Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu unggulan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pascapanen bagi petani kopi di Kabupaten Puncak Jaya.

Pelatihan yang bekerja sama dengan Asosiasi Kopi Indonesia tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (6/11/2026).

 

IMG 20261106 WA0038

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah, Andrias Gobai, S.Sos., MA, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan petani dalam mengembangkan tanaman kopi.

Menurut Andrias, para peserta akan mendapatkan pengetahuan mengenai proses budidaya, pemeliharaan tanaman, pemanenan, hingga pengolahan pascapanen untuk menghasilkan biji kopi berkualitas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan petani dalam mengembangkan kopi, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan pascapanen agar menghasilkan biji kopi berkualitas dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional,” kata Andrias kepada Tribun Papua, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, Papua Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi, baik jenis Arabika maupun Robusta.

Wilayah pegunungan Papua Tengah memiliki potensi pengembangan kopi Arabika, sedangkan wilayah dataran rendah berpotensi mengembangkan kopi Robusta.

Salah satu daerah yang memiliki potensi pengembangan kopi Arabika adalah Kabupaten Puncak Jaya.

Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan petani lokal dalam membangun kebun kopi produktif serta menghasilkan biji kopi dengan kualitas yang semakin baik.

Andrias mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Fritz Nawipa terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui program Gerakan Menanam Pohon Kopi di Papua Tengah.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pembagian bibit dan kegiatan penanaman, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan kopi tidak berhenti pada pembagian bibit dan penanaman saja. Pemerintah harus hadir mendampingi petani sejak persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen hingga pengolahan pascapanen,” ujarnya.

Ia menegaskan, petani harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan kopi di Papua Tengah. Sementara pemerintah hadir memberikan pendampingan, memfasilitasi sarana produksi, memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kualitas, serta membuka akses pasar.

Andrias juga berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing.

“Pengetahuan yang didapatkan jangan berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diteruskan kepada kelompok tani dan masyarakat lainnya,” katanya.

Selain itu, Pemprov Papua Tengah mendorong kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, Asosiasi Kopi Indonesia, penyuluh, pendamping, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan kopi dapat berjalan secara berkelanjutan.

IMG 20261106 WA0037

Ia berharap kopi dari Puncak Jaya dan seluruh kabupaten di Papua Tengah semakin dikenal karena kualitas, cita rasa, karakteristik, serta keunikan daerah asalnya.

“Target kita bukan hanya menghasilkan kopi, tetapi membangun identitas dan kebanggaan terhadap Kopi Papua Tengah. Kita ingin kopi dari Puncak Jaya dan seluruh kabupaten di Papua Tengah dikenal karena kualitas, cita rasa, karakteristik, dan keunikan asalnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, melalui kerja sama seluruh pihak, kopi Papua Tengah diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat internasional.

“Dari kebun petani, menuju pasar dunia. Dari tanah Papua Tengah, untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339

Dilanda Kemarau, Kelompok Tani Pumaiye Deiyai Berhasil Panen Wortel, Bawang Merah dan Kubis

6 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261106 213348

PN Timika Tangani 27 Perkara Narkotika, Sejumlah Mantan Napi Kembali Terjerat

6 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261106 WA0026

Terjerat Pergaulan Orang Dewasa, Tujuh Anak Berhadapan dengan Hukum di Timika

6 November 2026 - 11:59 WIB

IMG 20261106 WA0024
Trending di News