Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Dilanda Kemarau, Kelompok Tani Pumaiye Deiyai Berhasil Panen Wortel, Bawang Merah dan Kubis

Etty Welerbadge-check


					Dilanda Kemarau, Kelompok Tani Pumaiye Deiyai Berhasil Panen Wortel, Bawang Merah dan Kubis Perbesar

DEIYAI — Musim kemarau bukan menjadi penghalang bagi petani di Kabupaten Deiyai untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Hal ini dibuktikan Kelompok Tani Pumaiye di Kampung Widuwakia, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, yang berhasil membudidayakan berbagai jenis sayuran hingga memasuki masa panen.

Keberhasilan tersebut terlihat saat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, mengunjungi lahan pertanian Kelompok Tani Pumaiye pada Jumat (6/11/2026).

Dalam kunjungan itu, tampak tanaman wortel, bawang merah, kubis atau kol, serta sawi tumbuh subur meskipun dibudidayakan di tengah kondisi musim kemarau.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, mengatakan hasil pertumbuhan tanaman wortel di lahan tersebut cukup mengesankan. Bahkan, ukuran wortel terlihat besar dengan bentuk yang bercabang-cabang. Menurutnya, kondisi tanah yang subur menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan tanaman.

“Tanaman wortel ini sangat besar dan ada yang bercabang-cabang. Ini menunjukkan bahwa tanah di Deiyai memiliki potensi kesuburan yang sangat baik untuk pengembangan tanaman hortikultura,” ujar Aleks.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Deiyai, agar menjadikan keberhasilan Kelompok Tani Pumaiye sebagai contoh dan motivasi untuk terus mengembangkan usaha pertanian.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Pumaiye, Agustina Dawapa, menceritakan bahwa proses awal penanaman dilakukan ketika kondisi cuaca sedang memasuki musim kemarau.

Menurut Agustina, meskipun kondisi tanah mulai mengering dan mengalami keretakan akibat kemarau, dirinya tetap memiliki keyakinan untuk menanam.

“Awalnya saya menanam pada musim kemarau. Saya hanya berserah kepada Tuhan. Saya berpikir, biarlah kehendak Tuhan yang terjadi, sehingga meskipun musim kemarau saya tetap menanam,” ungkap Agustina.

Ia menjelaskan, dengan keyakinan dan doa kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, dirinya tetap melanjutkan kegiatan penanaman. Sekitar satu minggu kemudian, ia kembali memeriksa lahan dan mendapati hampir seluruh tanaman mulai tumbuh dengan baik.

“Ketika saya periksa satu minggu kemudian, ternyata tanaman sudah tumbuh subur seperti pada musim hujan. Padahal, saat itu masih musim kemarau,” tuturnya.

Agustina menambahkan, selama masa pertumbuhan, kondisi tanah memang mengalami kekeringan hingga terlihat terbelah dan retak. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk merawat tanaman sampai akhirnya berhasil mencapai masa panen.

Keberhasilan Kelompok Tani Pumaiye tidak hanya terlihat pada tanaman wortel, tetapi juga pada tanaman kubis atau kol, bawang merah, dan sawi yang tumbuh dengan baik.

Melihat potensi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, berharap masyarakat tidak hanya mempertahankan kebiasaan bertani, tetapi juga meningkatkan luas tanam dan jumlah produksi.

Ia mendorong petani agar memanfaatkan potensi lahan pertanian yang tersedia sehingga Kabupaten Deiyai ke depan mampu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat sendiri, bahkan menjadi daerah pemasok komoditas hortikultura bagi kabupaten lain.

“Harapan Kadis, masyarakat terus menanam dan ke depan menanam lebih banyak lagi. Jangan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi kita harus berpikir bagaimana hasil pertanian Deiyai bisa memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan bahkan disuplai ke kabupaten lain,” harapnya.

Keberhasilan Kelompok Tani Pumaiye menjadi bukti bahwa potensi pertanian Kabupaten Deiyai masih sangat besar. Dengan semangat petani, dukungan pemerintah daerah, serta pendampingan penyuluh pertanian, sektor hortikultura di Deiyai diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. (Cr4)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339

PN Timika Tangani 27 Perkara Narkotika, Sejumlah Mantan Napi Kembali Terjerat

6 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261106 WA0026

Terjerat Pergaulan Orang Dewasa, Tujuh Anak Berhadapan dengan Hukum di Timika

6 November 2026 - 11:59 WIB

IMG 20261106 WA0024

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010
Trending di Headline